Home Hukum dan Kriminal Diduga Sering Memalak, Empat Pengamen Diamakan Polisi

Diduga Sering Memalak, Empat Pengamen Diamakan Polisi

Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto memberikan pengarahan kepada para pengamen. Foto/Bj04
Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto memberikan pengarahan kepada para pengamen. Foto/Bj04
Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto memberikan pengarahan kepada para pengamen. Foto/Bj04

Semarang – Empat orang pengamen diamankan dalam razia yang dilakukan Aparat Polsek Gayamsari di Jalan Majapahit, Kamis (22/1) siang.

Mereka diamankan karena diduga kerap melakukan pemalakan terhadap para pengguna jalan yang berhenti di trafic light sekitar  jalan masuk Tol Gayamsari.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan operasi ini dilakukan untuk cipta kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. Selain itu, juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Belakangan kami sering mendapat aduan dari masyarakat, terkait ulah pengamen dan anak jalanan. Ulah mereka sudah mengganggu kenyamanan masyarakat. Karena itu, mereka kami amankan untuk dibina,” katanya, Kamis (22/1).

Lanjut Dili para empat pengamen jalanan digelandang ke Mapolsek guna di data dan bina. Tak hanya itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya yang dianggap sudah meresahkan masyarakat.

Setelah selesai, mereka diminta pulang ke rumah masing-masing. “Semua yang terjaring tersebut juga diminta memperagakan mengamen dengan benar dan tidak menodong atau pun memaksa para pengguna jalan,”jelasnya.

Untuk mencegah mereka kembali ke jalan, polisi menyita seluruh alat musik, seperti gitar dan Identitas diri mereka dicocokkan dengan arsip kepolisian untuk mengetahui apakah mereka tersangkut tindak kejahatan lainnya.

Dili menambahkan penangkapan preman dan pengamen jalanan ini akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Polisi mengaku gerah karena setiap hari menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat. Sebab selain meminta uang dengan cara mengamen, mereka juga tak segan-segan meminta uang kepada pejalan kaki yang lewat.(BJ04)