Home Nasional 1050 Karyawan Gentong Gotri Belum Terima THR

1050 Karyawan Gentong Gotri Belum Terima THR

Ilustrasi

wpid-keuangan_mikro_mgs5ou.jpg

Semarang, 29/7 (BeritaJateng.net) – Perusahaan Rokok Gentong Gotri Kudus sampai saat ini belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk 1.050 karyawannya. Perusahaan rokok yang sudah berusia puluhan tahun tersebut menyanggupi untuk melunasi hak karyawan sampai dengan bulan Agustus mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang mengemukakan, pihaknya akan melakukan  pantauan dan pembinaan agar janji pembayaran THR tersebut dapat diberikan dan bisa memperingan beban pekerja yang timbul pada lebaran kemarin.

“Dia menunda 60 persen THR dan akan dibayar pada 7 Agustus mendatang. Hanya itu laporan yang masuk ke kami,” ucapnya.

Lebih lanjut Wika Bintang mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomer 4 Tahun 1994 Tentang Tunjangan Hari Raya, pembayaran THR paling lambat H-7 Lebaran. Sedangkan sesuai himbauan Menteri Ketenagakerjaan, meminta perusahaan memberikan THR H-14 Lebaran.

Disnakertransduk Jawa Tengah sudah melakukan pantauan ke 35 kabupaten/kota menjelang pelaksanaan lebaran, dan menemukan  17 perusahaan terlambat membayar THR sampai dengan H-1 Lebaran. Namun demikian sampai saat ini ketujuh belas perusahaan tersebut sudah melaksanakan kewajibannya membayar THR.

Ditanya mengenai sangsi yang akan diberikan kepada 17 perusahaan tersebut, Wika mengatakan, sangsi yang diberikan berupa teguran dan surat peringatan. “Aturan sanksi sangat ringan sehingga tidak kami singgung. Tapi untuk saat ini (aturan sanksi) sedang didiskusikan di pusat,” katanya.

Wika menambahkan, ada perusahaan outsourcing di Kota Semarang yang belum membayar sesuai ketentuan. Yakni PT MSS (multi servis sindo) sebagai penyalur tenaga kerja di RSUP Kariadi, yang hanya membayar THR sebesar Rp 500 ribu. Padahal aturan yang berlaku pekerja berhak mendapatkan THR, minimal selama tiga bulan kerja yakni satu kali gaji. Sedangkan untuk pekerja yang masa kerjanya di bawah tiga bulan, nominal THR sesuai kebijakan perusahaan masing-masing.

“Sudah kami bicarakan dengan ibu direktur akan ditindaklanjuti. Semoga ada pembicaraan bipartit yang disepakati,” tutupnya. (BJ13)