Home Hukum dan Kriminal 100 Hari Kerja, Kapolri Bekuk 80 Pelaku Kriminal

100 Hari Kerja, Kapolri Bekuk 80 Pelaku Kriminal

Pelaku kriminal yang berhasil di bekuk polisi dalam program 100 hari kinerja Kapolri
Pelaku kriminal yang berhasil di bekuk polisi dalam program 100 hari kinerja Kapolri
Pelaku kriminal yang berhasil di bekuk polisi dalam program 100 hari kinerja Kapolri

Semarang, 5/6 (BeritaJateng.net) – Sepekan gelaran program 100 hari kerja Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Jajaran Kepolisian Polda Jateng berhasil mengungkap 80 tersangka.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Liliek Sudarmanto mengatakan, para tersangka ini berdasarkan hasil pengungkapkan kasus program 100 hari Kapolri, pihaknya sudah berhasil mengungkap 3 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 74 pencurian dengan pemberatan (Curat).

“Sudah 47 hari dapat 80 tersangka. Ini semua hasil ungkap kasus Polda dan Polres,” katanya, Jumat (5/6).

Para tersangka tersebut kemudian berhasil mengungkap lebih dari 500 tersangka dalam berbagai kasus antara lain pemberantasan premanisme, curat dan curas.

“Ada tiga kasus curat dengan 13 tersangka, 5 tersangka curas, 1 tersangka pembunuahan. Semua ini terwujut agar masyarakat aman dan tenteram,” tuturnya.

Lebih lanjut Liliek menjelaskan selain mengungkap kasus kriminal umum. Pihaknya melakukan pemberantasan perjudian dan narkoba dengan barang bukti 114 gram ganja,  376 gram dan  37 paket sabu, 117 butir ekstasi, serta obat psikotropika sebanyak 428 butir,

“119 kasus perjudian dengan 232 tersangka sudah diungkap, sedangkan narkoba, jumlahnya cukup fantastis karena ada 140 tersangka dari 113 kasus,” paparnya.

Terkait penanganan korupsi, penyidik Polda Jateng berhasil menangani 7 kasus korupsi yang sudah P21 dan 9 kasus korupsi yang naik tahap penyidikan.

“Khusus Polrestabes Semarang sudah tangani tiga kasus korupsi yang masuk penyidikan yakni kasus korupsi Dinas Pertamanan, dan dua kasus terkait Kasda DAK, dan Suhantoro,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto.

Beberapa kasus lain yang berhasil diungkap diantaranya 10 kasus ilegal fishing kemudian 11 kasus terkait penyalahgunaan subsidi seperti BBM, pupuk, dan Elpiji, serta 16 kasus tambang tanpa izin.(BJ04)