Home Headline 10 Penumpang Air Asia asal NTB

10 Penumpang Air Asia asal NTB

Pesawat air asia jatuh

Mataram, 28/12 (Beritajateng) – Sepuluh dari 155 penumpang pesawat terbang AirAsia, Airbus A320-200 dengan kode penerbangan QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura yang dinyatakan hilang kontak pada Minggu (28/12) pagi itu berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Mereka ini berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika NTB Tri Budiprayitno di Mataram, Minggu malam.Ke sepuluh warga NTB yang menjadi penumpang pesawat Airasia itu, tujuh di antaranya merupakan satu keluarga berasal dari Kota Bima, yakni Jie Charlie Gunawan (suami), Meiji Thejakusuma (istri). Ketiga anaknya, yakni Jie Stevie Gunawan, Keyla Audrey Gunawan, dan Kanneth Matthew Gunawan.Selanjutnya, mertua Jie Charlie Gunawan, yakni David Gunawan, serta kekasih salah satu dari anak Jie, yakni Juliana Ho (wanita asal Surabaya). Ketujuh penumpang pesawat itu adalah keluarga besar dari Ivan Jono, pemilik toko Terimakasih, Kota Bima.

Kata Ivan Jono, saat ini dirinya dan keluarga sedang berkabung. Rencananya, ia dan keluarga akan berangkat menuju Surabaya, Senin pagi untuk mengetahui langsung kabar keluarganya yang menjadi menumpang pesawat Airasia tersebut.

“Kami saat ini sedang berduka. Besok, Senin pagi, kami harus sudah berangkat ke Surabaya untuk mengetahui bagaimana nasib keluarga kami,” katanya.

Ia menambahkan, Jie Charlie Gunawan, tidak lain merupakan adik kandungnya. Jie terdata pada manifest 41 bersama istrinya, Meiji Thejakusuma dengan nomor manifest 47, berangkat ke Singapura bersama tiga anaknya, Jie Stevie Gunawan, Keyla Audrey Gunawan, Kanneth Matthew Gunawan.

Sedangkan, keponakan dari Jie Charlie Gunawan, Andrie, yang dihubungi wartawan dari Mataram, mengaku tidak hanya satu keluarga itu yang ikut dalam pesawat, melainkan bersama rombongan terdapat juga mertua dari Jie bernama David Gunawan dan pacar salah satu dari anak Jie bernama Juliana Ho. Mereka dipastikan duduk dalam satu deret seat berdasarkan yang tertera pada manifest.

“Jadi dalam pesawat itu, ada tujuh anggota keluarga kami. Mereka berangkat ke Surabaya sempat menginap di rumah keluarganya. Dari Surabaya, tanggal 28 Desember 2014, mereka langsung berangkat menuju Singapura menggunakan pesawat AirAsia QZ8501,” jelasnya.

Ia menuturkan keluarga besarnya itu ke Singapura untuk berlibur merayakan natal dan tahun baru 2015.

“Sebelum berangkat rencananya akan ada acara kumpul bersama keluarga besar Zie. Tapi karena harus segera berangkat berlibur, acara kumpul keluarga besar terpaksa ditunda,” tuturnya.

Selain dari Kota Bima, penumpang pesawat AirAsia yang hilang kontak diketahui berasal dari Kabupaten Dompu NTB. Penumpang itu sebanyak tiga orang, yang diketahui sebagai satu rombongan keluarga hendak menuju Singapura kemudian Zohor Malaysia untuk tujuan berlibur.

Mereka adalah Wirantono Kusumo bersama istrinya Anna Widiawati dan anaknya yang baru berusia 11 tahun, Nelson Kusuma. Ketiganya ada di daftar manifes nomor 113, 114, 115 pesawat Air Asia dengan kode pemberangkatan QZ8501.

Salah seorang keluarga, Indawati saat dihubungi Minggu (28/12) memastikan kerabatnya itu memang ada di dalam pesawat. Indawati adalah adik kandung dari Wiranto Kusumo yang sedang merintis usaha dan tinggal disebuah rumah toko (Ruko) jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Dompu.

“Kita sudah cek manifestnya, memang itu keluarga saya yang menumpang di pesawat Airasia tujuan Surabaya-Singapura,” ujarnya.

Indawati, mengatakan keluarganya itu berangkat dengan tujuan Zohor Malaysia untuk liburan dengan naik Airasia, namun merencanakan untuk mampir ke Singapura.

Saat ini, dirinya dan keluarga besarnya sedang mengumpulkan informasi keberadaan tentang keluarganya tersebut sambil memantau perkembangan pencarian melalui siaran televisi.(ant/BJ03)