Home Lintas Jateng 1.611 Siswa Berprestasi dari Keluarga tidak Mampu di Pati Terima Beasiswa

1.611 Siswa Berprestasi dari Keluarga tidak Mampu di Pati Terima Beasiswa

Pati, 23/12 (Beritajateng.net) – Sebanyak 1.611 siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa, menerima bantuan beasiswa dari pemda setempat.

Menurut Bupati Pati Haryanto di Pati, Selasa, dari ratusan siswa yang menerima beasiswa tersebut, meliputi siswa SD/MI sebanyak 406 orang, SMP/MTs sebanyak 210 orang dan SMA/SMK sebanyak 432 orang.

Adapun besarnya beasiswa untuk tingkat SD masing-masing mendapatkan beasiswa Rp1 juta.

Sementara pada jenjang SMP/MTs sebesar Rp1,5 juta dan SMA/SMK masing-masing Rp1 juta.

Anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Pati untuk membantu siswa miskin yang berprestasi, kata dia, sebesar Rp1,153 miliar.

Acara penyerahan beasiswa tersebut, kata dia, dilakukan di dua lokasi berbeda.

Untuk siswa yang berasal dari eks-Kawedanan Tayu, Juwana, dan Jakenan diserahkan di SMPN 1 Juwana, sedangkan eks-Kawedanan Pati dan Kayen diserahkan di SMPN 3 Pati pada hari yang sama.

Dengan adanya beasiswa tersebut, dia berharap, bisa mengurangi angka putus sekolah dan memberikan kesempatan bagi siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan siswa dari keluarga mampu.

Saat ini, kata Haryanto, anggaran pendidikan di Kabupaten Pati sudah memenuhi apa yang diamanatkan Undang-Undang.

“Jika di Undang-Undang hanya 20 persen, maka Pemkab Pati saat ini mencapai 40 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan,” ujarnya.

Untuk mendorong siswa berprestasi, kata dia, Pemkab Pati akan meningkatkan besarnya hadiah untuk siswa yang berprestasi di tingkat Internasional.

“Jika sebelumnya siswa berprestasi di level internasional untuk kategori perorangan hanya mendapatkan Rp15 juta, maka tahun depan akan dinaikan menjadi Rp20 juta,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Sarpan menambahkan, program beasiswa tersebut menyasar tiga kelompok.

Untuk kelompok pertama, kata dia, siswa miskin berprestasi kelas VI SD/MI dengan harapan bisa melanjutkan ke jenjang SMP/MTs, kemudian siswa miskin berprestasi kelas IX SMP/MTs agar bisa melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/MA.

Sementara kelompok ketiga, kata dia, merupakan siswa kelas XII SMA/SMK/MA dengan harapan bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Terkait dengan proses seleksinya, kata dia, untuk memastikan siswa tersebut dari keluarga tidak mampu dibuktikan dengan Kartu Calon Penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), PKH, atau surat keterangan lainnya.

“Untuk prestasinya bisa dilihat di bidang akademik maupun non-akademiknya,” ujarnya.(ant/ss)