Home Ekbis 1.237 PKL Di Bantaran BKT Akan Direlokasi Di Pasar Klithikan

1.237 PKL Di Bantaran BKT Akan Direlokasi Di Pasar Klithikan

Sosialisasi terkait Normalisasi Banjir Kanal Timur Semarang

Semarang, 27/1 (BeritaJateng.net) – Sosialisasi Normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) terus dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Terhitung sudah tiga kelurahan yang diberi sosialisasi dari jumlah 12 kelurahan yang terkena dampak normalisasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pihaknya berupaya mempercepat relokasi untuk PKL di sepanjang bantaran Sungai Kanal Banjir Timur. “Saya tidak mau asal menggusur saja. Makanya saya berupaya menyelesaikan tempat relokasi,” katanya usai melakukan sosialisasi terhadap PKL yang terkena dampak proyek normalisasi Sungai Kanal Banjir Timur di kantor Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Kamis (26/1).

Berdasarkan data hasil studi Larap, ada 1.237 PKL yang direlokasi. “Semuanya akan kami masukkan menjadi satu kelompok di Pasar Klitikan Pedurungan Semarang. Targetnya, akhir Desember harus sudah bersih semua,” katanya.

Tahap selanjutnya, pihaknya akan melakukan proses lelang untuk kelanjutan pembangunan Pasar Klitikan Pedurungan, sebagai tempat relokasi pedagang. “Targetnya, pembangunan Pasar Klitikan harus sudah selesai Oktober. Begitu pembangunan selesai, PKL langsung ditempatkan,” katanya.

Untuk pembangunan Pasar Klitikan Penggaron tersebut, kata Fajar, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 15 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun sebanyak 1.200 kios. “Kalau data Larap ada 1.237 PKL, di sana (Pasar Klitikan) masih ada sisa lapak yang belum terpakai. Jadi, saya rasa cukup untuk menampung semua PKL yang ada,” ungkap dia.

Apabila tempat relokasi di Pasar Klitikan tersebut tetap tidak memadai, kata Fajar,  PKL selebihnya akan digeser ke Pasar Banjardowo. “Karena Pasar Banjardowo sudah menjadi milik Pemkot Semarang.

Sedangkan untuk penghuni rumah di bantaran Sungai Kanal Banjir Timur nanti disiapkan Rusunawa. Untuk teknisnya dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman,” katanya.

Sejauh ini, Fajar mengaku tidak menemui kendala berarti. Hampir semua warga yang terkena dampak pembangunan proyek ini tanpa reaksi apapun. “Mereka semua menyetujui. Data Larap ini sudah pasti. Semangatnya luar biasa untuk segera direlokasi,” ujarnya.

Mereka juga meminta kejelasan kepada pemerintah, kapan dimulainya proses relokasi tersebut. “Mayoritas warga bertanya kapan akan dipindah? Hasil rapat dengan Pak Wali dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), begitu sudah ada pemenang lelang, nanti akan langsung dikeruk. Mulai dari daerah yang kosong-kosong dulu (dari hilir sisi utara), yakni mulai Tambakrejo, Kaligawe dan Sawah Besar,” bebernya. (EL)

Advertisements