Home Lintas Jateng ‎Anaknnya Hilang di Turki, Orang Tua Masih Bungkam

‎Anaknnya Hilang di Turki, Orang Tua Masih Bungkam

image
Rumah salah satu WNI yang hilang di Turki

Solo, 8/3 (BeritaJateng.net) –  Orang tua Hafid Umar Babher dan Fauzi Umar, dua orang WNI yang merupakan kakak beradik ini sejak anaknya dikabarkan hilang di Turki belum bersedia untuk ditemui oleh siapapun.

Umar Salim, ayah dari Hafid dan Fauzi sudah beberapa waktu lalu pindah dari Gajahan dan menempati rumah baru di  Graha Safira yang terletak di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan dari security yang enggan disebut namanya, yang  menjaga komplek perumahan tersebut hanya mendapatkan pesan dari bapak Umar Salim jika dirinya tidak mau ditemui oleh siapapun.

Security mengaku sejak tadi pagi banyak sekali yang sudah datang untuk bertemu dengan orang tua WNI yang hilang di Turki tersebut. Namun semuanya ditolak untuk masuk.

“Dari jam 08.00 WIB sudah ada 10 orang yang mencari rumah pak Umar Salim. Pemiliknya hanya pesan untuk memberikan catatan tersebut pada siapa saja khususnya wartawan untuk dibaca. Hanya itu pesannya,” jelasnya.

Security kemudian  menunjukkan secarik kertas kecil bertuliskan tangan dengan tinta hitam untuk di beritahukan pada siapapun yang beniat untuk bertemu Umar Salim.

“Pemilik rumah hanya menitipkan secarik kertas yang berisi: “Nanti kalau ada wartawan di tunda besok hari senin, dikarenakan pengacaranya minggu tidak bisa. Senin jam 10.00 WIB”,” jelas security tersebut, Minggu (8/3/2015) sambil menunjukkan isi pesannya.

Sementara itu Priyanto, Ketua RT RT 4/1 Kelurahaan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah tempat di mana keluarga Umar Salim tinggal sebelumnya menyebutkan jika beberapa waktu lalu, saat berita hilangnya Hafid dan keluarga juga kakaknya sedang ramai. Ada yang melihat pak Umar datang ke Gajahan.

Menurut Priyono, meski sudah lama pindah namun Umar Salim masih sering mengikuti pertemuan warga yang digelar sebulan sekali.

“Kata warga sempat melihat Pak Umar Sabtu kemarin. Saya mau datangi pekewuh (tidak enak). Padahal saya mau tanya kebenarannya,” aku Priyono. (BJ24)