Home Ekbis XL Axiata Serahkan Donasi Kuota pada 42 Madrasah di Jateng

XL Axiata Serahkan Donasi Kuota pada 42 Madrasah di Jateng

451
XL Axiata Serahkan Donasi Kuota pada 42 Madrasah di Jateng

Semarang, 27/11 (BeritaJateng.net) – PT XL Axiata Tbk menyerahkan bantuan donasi kuota data kepada 42 Madrasah Aliyah (MA) di 15 kota/kabupaten di Jawa Tengah, yakni Batang, Cilacap, Demak, Grobogan Jepara, Tegal, Kebumen, Kendal, Surakarta, Pati, Purbalingga, Rembang, Semarang, Sragen, dan Temanggung. Sebelumnya, XL Axiata juga telah melakukan penyaluran pertama untuk 70 madrasah di wilayah Jawa Barat.

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Head of Sales Semarang XL Axiata, Heriantoni bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saifulloh di Semarang, Selasa (26/11).

Menurut Head of Sales Semarang XL Axiata, Heriantoni, XL Axiata mengapresiasi Kementerian Agama (Kemenag) yang memiliki visi sangat maju dalam membawa madrasah memasuki era serba digital melalui program Madrasah 4.0. Dia menerangkan bahwa internet cepat telah menjadi kebutuhan dasar di setiap lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk di MA yang pengelolaanya di bawah Kemenag dengan kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan berbasis agama Islam.

“Kami sangat antusias untuk mendukung program tersebut melalui Gerakan Donasi Kuota yang akan semakin mempermudah madrasah-madrasah mendapatkan akses ke layanan data berkecepatan tinggi,” ujar Heriantoni.

Secara bertahap, lanjut dia, XL Axiata akan menyalurkan donasi kuota data kepada total tidak kurang dari 579 MA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga akhir 2019.

Heriantono menjelaskan, pemilihan Madrasah penerima donasi dilakukan oleh Kemenag dengan disesuaikan pada jangkauan jaringan layanan data milik XL Axiata. Sehingga perluasan penyaluran donasi GDK akan selalu disesuaikan dengan perluasan jaringan data 3G dan 4G yang terus dilaksanakan XL Axiata yang semakin menjangkau area-area pelosok daerah, termasuk area yang berkategori terpencil dan terluar.

“Di wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah, jaringan 4G XL Axiata sudah masuk secara merata di seluruh kota/kabupaten sehingga akan sangat membantu Madrasah yang ingin menerapkan digitalisasi,” katanya.

Adapun paket donasi Gerakan Donasi Kuota yang diberikan XL Axiata berupa fasilitas akses internet cepat lengkap dengan perangkat router dan kuota sebesar 20GB per bulan selama satu tahun kepada setiap MA. Mekanisme penyaluran donasi kuota dilakukan dengan menyertakan perangkat router XL Home sehingga bisa dibagikan secara simultan ke-32 perangkat smartphone atau laptop yang digunakan para siswa dan pengajar.

Mekanisme ini sekaligus untuk memastikan donasi bisa dimanfaatkan secara efektif dan kolektif, selain juga penerapan sistem pengawasan yang tertuang dalam perjanjian antara XL Axiata dengan setiap madrasah penerima donasi.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saifulloh menyatakan, kegiatan ini sejalan dengan visi Kemenag untuk mewujudkan Madrasah Goes to Digital.

“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui beragam program yang dikemas untuk menumbuhkan semangat digitalisasi di tengah para pelajar. Termasuk di dalamnya penyaluran perangkat internet berkecepatan tinggi kepada Madrasah Aliyah. Kami berharap ke depannya, program ini bisa menjangkau seluruh Madrasah Aliyah yang tersebar di Jawa Tengah,” kata Saifulloh.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 1.927 madrasah negeri dan swasta yang menerapkan digitalisasi. Pihaknya menargetkan jumlah tersebut akan terus bertambah mencapai 2.441 madrasah negeri dan swasta yang akan menerapkan digitalisasi hingga akhir 2019 nanti.

“Dari cakupan daerah atau lokasi Madrasah yang sudah melaksanakan program Madrasah 4.0, hingga kini sudah menjangkau madrasah yang berada di 35 kota/kabupaten. Sebagian besar di antaranya mendapatkan dukungan akses data yang XL Axiata melalui Gerakan Donasi Kuota,” katanya.

Menurutnya, saat ini pemerintah terus menyempurnakan kurikulum pendidikan yang peka terhadap perkembangan teknologi digital. Upaya ini diharapkan mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah dan guru-guru untuk mengubah metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. (El)