Home Ekbis XL Axiata-Kemenag Kembangkan Digitalisasi Madrasah Bootcamp 4.0

XL Axiata-Kemenag Kembangkan Digitalisasi Madrasah Bootcamp 4.0

377
XL Axiata-Kemenag Kembangkan Digitalisasi Madrasah Bootcamp 4.0

Semarang, 19/7 (BeritaJateng.net) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah di bidang pengembangan pendidikan. Bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), XL Axiata telah meluncurkan program Madrasah Aliyah 4.0 pada akhir Mei 2019.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, kedua belah pihak menggelar program Madrasah BootCamp yang diikuti 80 pelajar dari 40 Madrasah Aliyah (MA). Seluruh peserta dipilih secara langsung oleh Kemenag. Program ini dibuka secara langsung olehM. Hira Kurnia – Group Head People Service XL Axiata bersama Dr. H. A. Umar, MA, Direktur Kurikulum Sarana dan Prasarana Kelembagaan & Kesiswaan, Kementerian Agama di Bogor.

Rudi Afandi, Chief Human Capital Officer XL Axiata menjelaskan, penyelenggaraan program ini dilengkapi dengan pelatihan pengembangan soft skill dengan kurikulum yang telah teruji. Kami juga melibatkan sejumlah karyawan untuk turut serta berpartisipasi mendukung kegiatan ini secara langsung dengan memberikan pengetahuan dan pengalaman (knowledge & experience sharing)  yang diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan, wawasan dan motivasi kepada para peserta dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap penyelenggaraan program ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal Pendidikan bagi para peserta,” katanya.

Dr. H. A. Umar, MA, Direktur Kurikulum Sarana dan Prasarana Kelembagaan & Kesiswaan, Kementerian Agama, mengatakan, sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah Goes to Digital, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui beragam program yang dikemas untuk menumbuhkan semangat digitalisasi di tengah para pelajar.

“Didahului dengan pendistribusian fasilitas internet berkecepatan tinggi ke lebih dari 800 MA sepanjang 2018-2019, kini XL Axiata menghadirkan Madrasah BootCamp, sebuahcamp yang mengusung konsep digital pertama dan melibatkan pelajar dari MA,” ujar Menag.

Saat ini pemerintah terus menyempurnakan kurikulum pendidikan yang peka terhadap perkembangan teknologi digital. Upaya ini diharapkan mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah dan guru-guru untuk mengubah metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. XL Axiata hadir menjadi pelopor dalam pengembangan serangkaian program pendidikan dan pengembangan karakter berbasis digital di tingkat MA.

Madrasah Aliyah Leadership BootCamp ini khusus dirancang dengan seksama agar seluruh peserta dapat terlibat secara aktif dan intensif pada setiap sesi. Para peserta akan mendapatkan serangkaian pelatihan untuk mengenalkan dan mempersiapkan diri memasuki revolusi industri 4.0. Program ini akan diisi dengan serangkaian materi mengenai bagaimana menjadi talent handal, pengenalan IoT, public speaking yang efektif dan aplikatif, efektifitas kerja, meningkatkan kemampuan kolaborasi, social media yang menginspirasi hingga kreatif dalam memecahkan masalah. Keseluruhan pelatihan tersebut akan dikolaborasikan dengan pemanfaatan solusi digital secara efektif.

Program ini akan dilaksanakan selama 3 hari dan 2 malam, 18-20 Juli 2019 di Bogor, Jawa Barat. Selama proses camp, seluruh peserta yang tergabung dalam program ini akan dibagi menjadi 10 kelompok dimana tiap kelompok akan didampingi oleh facilitatormaupun mentor yang telah disiapkan. Mereka kemudian akan dilatih dan diberi pembekalan secara dua arah untuk memastikan seluruh peserta dapat berpartisipasi secara aktif. Total lebih dari 30 karyawan XL Axiata dengan beragam keahlian terlibat secara langsung sebagai mentor pada program ini.

Selain program Boot Camp ini, XL Axiata Bersama Kemenag sebelumnya telah melatih 1200 siswa Madrasah Aliyah Sejabodetabek lewat program karyawan mengajar. Selanjutnya fasilitas internet gratis selama setahun melalui program Gerakan Donasi Kuota akan didistribusikan ke 579 Madrasah Aliyah seluruh Indonesia hingga akhir tahun ini.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh APJII pada 2018, memperlihatkan bahwa usia 15-19 tahun dengan profesi pelajar adalah usia pengguna internet tertinggi mencapai 91%. Angka ini memperlihatkan bahwa penetrasi internet di kalangan pelajar seperti Madrasah Aliyah/SMA/SMK mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

XL Axiata berharap program ini dapat menelurkan generasi calon pemimpin berkualitas yang berasalah dari MA. Meningkatkan kemampuan komunikasi secara efektif, membentuk cara berpikir kritis dan kreatif, melatih kemampuan mencari solusi dengan cara yang lebih efektif serta tentunya lebih terbuka dan bersahabat dengan teknologi dalam pemecahan permasalahan sosial sehari-hari. (El)