Home Headline Wow!!! Taman Indonesia Kaya Bakal Dilengkapi Air Mancur Menari

Wow!!! Taman Indonesia Kaya Bakal Dilengkapi Air Mancur Menari

903
0
Taman Indonesia Kaya Bakal Dilengkapi Air Mancur Menari
       SEMARANG, 16/7 (BeritaJateng.net) – Taman Indonesia Kaya akan menonjolkan dua icon utama berupa keindahan air mancur yang disebut dengan ‘Dancing Fountain’ serta patung ibu dengan dua anak. Kedua icon itu memang telah ada sejak taman tersebut bernama Taman Menteri Supeno atau yang lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Taman KB.
       Hanya saja, kedua icon direnovasi sehingga memiliki penampilan yang berbeda dengan sebelumnya. Misalnya saja ‘Dancing Fountain’, menampilkan air mancur yang menyemburkan air layaknya sebuah tarian. Muncul secara bergantian dari berbagai panel atau komponen yang diseting sedemikian rupa sehingga memperlihatkan unsur keindahan. Selain itu, memunculkan air dengan warna beraneka ragam dengan adanya pencahayaan dari lampu yang terpasang di bawahnya.
         ”Ini baru tahap pemeriksaan kesiapan ‘Dancing Fountain’ dilakukan dengan melihat proses uji cobanya. Ternyat masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti pencahayaan lampunya maupun daya semprotnya. Namun semua bisa diatasi sehingga kemudian ‘Dancing Fountain’ pun dapat dinyalakan dengan baik. Proses pengerjaan saat ini telah memasuki tahap akhir karena telah berlangsung hingga sekitar 90 persen. Pekerjaan pun telah dilakukan seuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB),” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang, Muthohar.
       ‘Dancing Fountain’ terbagi atas dua tempat yang saling bersebelahan. Lokasi pertama berupa kolam dengan air mancur terletak di tengah, ditunjang dengan panel penyemprot yang melingkar disepanjang kolam tersebut. Air mancur kedua berupa panel penyemprot yang tertanam di dalam dan kemudian menyemburkan air. Disetting dengan jarak waktu yang berbeda sehingga mampu mengeluarkan air secara bergantian, ditambah dengan pencahayaan sehingga air terlihat mengeluarkan warna berbeda-beda.
       ”Panel-panel yang ada di ‘Dancing Fountain’ pun telah lengkap hanya mungkin perlu pembenahan dan penyelesaian saja. Taman Indonesia Kaya nantinya juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan seperti penampilan hiburan musik maupun kebudayaan. Icon patung akan dibuat dengan bentuk yang kurang lebih sama dengan Taman KB  yakni Ibu dengan dua anak. Hanya saja ada sedikit perubahan, saat ini sedang proses pembuatan,” papar ia.
        Muthohar menambahkan, Taman Indonesia Kaya dibagi atas dua pengerjaan, di sebelah Barat ditangani oleh Djarum Foundation dengan program CSR-nya. Sementara di sebelah timur ditangani Pemkot Semarang. Untuk pengelolaan yang ditangani Pemkot akan dianggarkan dari APBD.
         ”Pengerjaan air mancur dan patung diperkirakan akan selesai Juli. Anggaran menghabiskan dana Rp3,8 miliar. Namun untuk keseluruhan taman diperkirakan akan rampung pada akhir Agustus,” imbuh dia.
        Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengungkapkan, icon air mancur dan patung ini akan diserahkan kontraktor pada Pemkot Semarang pada 18 Juli nanti. Hanya saja, untuk sementara waktu taman belum bisa dibuka untuk umum dengan pertimbangan lokasi masih dalam pengerjaan Taman Indonesia Kaya.
        ”Diperkirakan 16 Agustus akan mulai dibuka yakni saat malam hari. Harapannya, sudah bisa mulai dinikmati oleh masyarakat luas. Icon patung tetap dipertahankan hanya letaknya saat ini lebih ke depan,” kata dia.
       Orang nomor satu di Kota Semarang ini juga menyatakan, saat ini ada tiga air mancur yang dianggarkan dan dalam proses pembuatan. Selain di Taman Indonesia Kaya, dua air mancur lainnya ada di Tugumuda dan Banjirkanal Barat. Ia berharap ketiga-ketiganya mampu menambah keindahan kota sehingga masyarakat dari luar Kota Semarang semakin tertarik untuk datang.
       ”Mudah-mudahan ini akan mampu membantu meningkatkan pariwisata di Kota Semarang. Anggaran ini dibuat dari uang rakyat baik dari retribusi maupun pajak. Diharapkan nantinya semua fasilitas publik seperti taman mampu dirawat bersama-sama. Caranya dengan mengikuti aturan yang ada. Misalnya untuk kolam di taman tidak boleh dimasuki, dan jangan buang sampah sembarangan. Supaya tetap awet dan kota menjadi lebih indah serta menjadi hebat,” ujarnya. (El)