Home Kesehatan Wow.. Semarang Kini Punya Rumah Singgah Bagi penyandang HIV AIDS

Wow.. Semarang Kini Punya Rumah Singgah Bagi penyandang HIV AIDS

IMG_20151026_25744

Semarang, 26/10 (BeritaJateng.net) – Rumah Lentera kini telah hadir di Kota Semarang, rumah singgah Lentera yang juga merupakan panti asuhan anak-anak dengan HIV gratis, yang berada di Jalan Baya Timur no 14 RT.09/RW.13 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Semarang.

Rumah Lentera Semarang ini diresmikan langsung oleh Siti Atiko Pranowo istri dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan jajarang dinas terkait di Kota Semarang.

“Rumah Lentera ini sangat bagus sekali, yang merupakan kepedulian dari masyarakat sudah mulai membaik dan meningkat. Karena di sini ada warga yang peduli HIV, yang melakukan pendampingan terhadap keluarga maupun penderita HIV dan ini perlu kita kroyok bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucap Atiko.

Rumah Singgah Lentera Semarang ini, lanjutnya, anak-anak bisa lebih terpantau. Khususnya bagi anak-anak kecil terpantau hingga treadmennya, karena butuh kontinuitas dari pengobatan dan ada jaminan gizi.

“Kedepan dengan harapanya mereka anak-anak para penderita ini, jika tak dapat mengikuti sekolah umum mereka dapat melakukan home Schooling untuk mendapatkan pendidikan yang layak masih bisa terpenuhi. Dan ini merupakan PR bagi kita selaku pemerintah dan lapisan masyarakat lainya,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah sudah memberikan edukasi tentang masalah kesehatan terutama bagi penderita HIV untuk memberikan kesadaran dapat melakukan test kesehatan.

“Sebenarnya pemerintah sudah memberikan edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah ini. Namun ini kita kembalikan kepada kesukarelaan masyarakat agar dapat melakukan test kesehatan, terutama pada ibu-ibu hamil. Diseluruh puskesmas sekarang sudah ada test untuk ibu-ibu yang hamil untuk ceckup apakah ada virus HIV atau penyakit-penyakit lainya,” pungkasnya saat usai meresmikan Rumah Lentera Semarang.

IMG_20151026_44641

Maghdalena, selaku Ketua Rumah Lentera Semarang menjelaskan dengan membangun rumah singgah dan panti asuhan anak-anak dengan HIV tersebut berkeinginan agar anak-anak ini menjadi korban masyarakat.

“Dari data anak-anak yang kita terima dan bantu disini dari berbagai perilaku, yakni seperti dikarenakan keluarganya salah satu yang kemungkinan PSK, narkoba dan lain-lainya. Dan kita juga melihat dari perilaku, karena banyak masyarakat yang mengucilkan mereka dan inilah yang membuat saya untuk membangun rumah lentera ini semakin semangat, dan saya berkeinginan anak-anak penderita ini menjadi korban,” tutur Lena sapaan akrapnya.

Kita terbuka bagi masyarakat umum, untuk mau dan terbuka bagi masyarakat yang tidak mampu tentunya dapat juga kami tampung, saat ini kita sudah mempunyai rumah yang menurut saya ini bukan untuk kita, namun untuk Kota Semarang. Siapapun yang terinfeksi dan memang tidak mampu silahkan datang kesini, 24 jam rumah lentera buat mereka.

Saat ini yang kami lakukan adalah penyuluhan melalui PKK di Semarang, lalu kita lanjutkan penyuluhan ke remaja-remaja dan hingga bapak-bapak di tingkat RT/RW di Semarang, dengan cara kita ajak nonton bareng, pertemuan-pertemuan dan lain sebagainya.

“Hingga saat ini saya belum pernah memikirkan segi anggaran, yang jelas rumah lentera ini adalah dari cinta kasih teman-teman saya, dari talent, event-event, masyarakat kota Semarang, dan setiap penyuluhan kita langsung lakukan penggalangan dana. Berapapun yang masyarakat berikan dari seribu, duaribu kita tetap syukuri dan lalu kita kumpulkan. Dan kedepan jika pemerintah kota peduli dengan kami siap menerima juga, seperti ada beberapa dinas kota juga memberikan yakni berupa nutris dan ada berupa perawatan penyuluhan pada program kami,” tambahnya.(BJ06)