Home Life Style Wow!!! Batu Akik Ratusan Juta Jadi Hiasan Taman

Wow!!! Batu Akik Ratusan Juta Jadi Hiasan Taman

2893
P_20150529_161953
Ikhwan Ubaidillah memperlihatkan taman rumahnya yang bertumpuk ratusan bongkah batu akik dari berbagai daerah.

Semarang, 3/6 (BeritaJateng.net) – Jika biasanya bongkahan batu akik seharga puluhan hingga ratusan juta rupiah di pajang di etalase dan ruang tertentu, hal ini justru berbeda dengan yang dilakukan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang, Ikhwan Ubaidillah.

Ya… Ikhwan, sapaan akrabnya, justru menyulap taman rumah dengan bongkahan-bongkahan batu akik dari berbagai daerah. Di berbagai sisi, batu-batu tertumpuk menghias kolam, gapura dan taman.

P_20150529_153220

“Awalnya, saya tidak sengaja beli batu-batu ini untuk menghias taman karena memang bentuknya indah dan cantik. Dahulu, harganya masih murah,” katanya ditemui di kediamannya, Semarang.

Di kediamannya yang terletak di Perumahan Griya Raharja Nomor 26 A Semarang, berbagai batuan akik dari berbagai daerah bisa ditemui, mulai batu solar dari Aceh sampai batu kecubung kalimantan.

Bukan dalam bentuk cincin dan liontin, melainkan dalam bentuk bongkahan berukuran relatif cukup besar yang dipajang sebagai penghias taman rumahnya yang dilengkapi kolam ikan dan air terjun buatan.

Ikhwan yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Lindu Aji Utama itu menceritakan pertama kali membeli bongkahan batu-batu itu pada tahun 2003 ketika bepergian dan melewati daerah Pacitan, Jawa Timur.

“Waktu itu, saya tidak sengaja lewat Pacitan. Kok ada batu-batu bagus begitu, saya tanya harganya ternyata satu truk Rp. 900 ribu. Ongkos kirimnya Rp. 800 ribu. Ya, saya beli dua truk,” katanya.

Seiring dengan “booming” batu akik belakangan ini, dia mengakui harga-harga batuan yang dijadikannya hiasan taman itu ternyata melangit, padahal hanya dalam ukuran kecil sebagai batu cincin.

P_20150529_152753

“Seukuran batu cincin saja mahal, apalagi kalau berbentuk bongkahan seperti ini. Sekitar 4–5 bulan lalu, batu pancawarna garut saja masih Rp500 ribu per kilogram, sekarang sudah jutaan,” katanya.

Meski sudah banyak batu yang menjadi koleksinya, Ikhwan mengakui tidak semua batuan nusantara dimilikinya karena saking banyaknya jenis batuan akik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jenis batuan nusantara itu ada ribuan. Belum lagi, sekarang muncul nama-nama baru, seperti batu black jade. Namun, saya lebih suka batu bercorak, seperti pancawarna,” katanya. (Bj05)