Home Life Style Wow.. Ada Wisata Alam Sambil Sekolah Anggrek Gratis di Semarang

Wow.. Ada Wisata Alam Sambil Sekolah Anggrek Gratis di Semarang

Salah satu peserta sekolah anggrek tengah mengamati pengenalan anggrek di Sekolah Lapang Anggrek Sidorejo Mijen.
Salah satu peserta sekolah anggrek tengah mengamati pengenalan anggrek di Sekolah Lapang Anggrek Sidorejo Mijen.
Salah satu peserta sekolah anggrek tengah mengamati pengenalan anggrek di Sekolah Lapang Anggrek Sidorejo Mijen.

Semarang, 14/9 (BeritaJateng.net) – Berwisata tak hanya melepas penat, bisa juga belajar dengan bertanam bunga. Bagi penggemar tanaman dan bunga anggrek tak ada salahnya bisa menyambangi tempat ini, Sekolah Lapang Anggrek, ada diujung Barat Kota Semarang tepatnya di Sidorejo Mijen.

Meski belum banyak yang tahu, sekokah yang dibentuk oleh petani Desa Trimulyo Kelurahan Sidorejo ini tak memungut biaya sepersen pun alias gratis.

Sutikno, Ketua Gapoktan Sidorejo Trimulyo merasa perlu melestarikan anggrek-anggrek khas nusantar. Ia merasa sedih tatkala anggrek justru banyak yang diimpor dari luar negeri.

“Kita adakan gratis sekolah bagaimana cara berbudidaya anggrek, persilangan anggrek, kultur jaringan anggrek, mengenal anggrek, dan juga pemasarannya,” katanya.

Memanfaatkan lahan kurang lebih 100 meter persegi untuk memulai pendidikan anggrek. Semua orang boleh ikut belajar menanam anggrek di desanya selama dua bulan. Pendidikan bisa didatang pagi sampai sore untuk belajar menanam anggrek bersama.

Saat ini, kata dia, peminat sekolah anggrek kian melonjak tajam. Bila pada hari reguler ia menerima 50 murid, tapi saat liburan sekolah jumlahnya naik dua kali lipat. “Karena belajar anggreknya sangat menyenangkan apalagi hawa sejuk di lereng Gunung Ungaran membuat pengunjung betah berada di sini,” beber Sutikno.

Sekolah anggrek gratis, lanjutnya, dibiayai perbulan oleh Depnaker dengan fasilitas mendapat pelatihan dan makan selama pelatihan. “Kalau dari personal misal wirausaha atau sekolahan ingin mengadakan pelatihan anggrek maka membayar Rp. 50ribu perorang,” katanya.

Ditempatnya, selain anggrek juga banyak tanaman budidaya lainnya seperti aglonema, jambu kristal, dan banyak tanaman hias lainnya.

“Anggrek-anggrek yang ditanam peserta didik bisa dijual kembali, kita menampungnya dan akan didistribusikan ke kantor-kantor dinas dan hotel yang ada di Semarang,” tambahnya.

Penasaran ingin berwisata sambil menanam anggrek, datangi saja tempatnya. Rasakan sensasinya dan mari kita jaga kelestarian anggrek nusantara agar berkembang mewarnai negeri sendiri. (Bj05)