Home News Update Wow ! Ada Ruangan Bawah Tanah dan Lorong di SMAN 1 Semarang

Wow ! Ada Ruangan Bawah Tanah dan Lorong di SMAN 1 Semarang

3697
0

Lorong Bawah Tanah
 
Semarang, 23/3 (BeritaJateng.net) – Siapa yang sangka dibalik kemegahan bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang, ternyata banyak tersimpan rahasia yang belum terungkap, bangunan yang termasuk dalam cagar budaya ini ternyata memiliki ruang bawah tanah, bahkan diperkirakan juga terdapat lorong peninggalan Belanda yang menambah khasanah destinasi edukasi kota Semarang.

Selain memiliki berbagai prestasi akademik dan jadi rujukan pelajar kota Semarang, SMA Negeri 1 Semarang, ternyata masih memiliki berbagai misteri yang hingga kini belum terungkap semuanya.

Bangunan sekolah yang memang masuk dalam cagar budaya ini, dibangun pada masa pemerintahan colonial Belanda tahun 1937 dan diresmikan pada sekitar bulan Agustus 1939.

Seperti pada bangunan peninggalan Belanda lainnya, Arsitektur bangunan SMA Negeri 1 Semarang memiliki cirri bangunan yang kokoh dan kuat, serta ornament dengan nilai estetik yang sangat tinggi.

Bukan hanya bangunannya saja yang layak di kagumi, di dalam kompleks bangunan sekolah ini ternyata juga terdapat rahasia lain yang belum di ketahui masyarakat umum.

Rahasia tersebut tak lain, yakni keberadaan ruang bawah tanah yang saat ini masih di fungsikan sebagai gudang berbagai perabotan yang sudah tak terpakai.

Layaknya gudang, ruang bawah tanah tersebut nampak tidak terawat, tanpa lampu penerangan, bahkan ruang tersebut diperkirakan terhubung dengan Lawang sewu atau lorong yang baru terungkap di RSUP dr Kariadi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Semarang, Kastri Wahyuni mengatakan, sampai saat ini keberadaan ruang bawah tanah memang sudah diketahui oleh sebagian pengajar maupun pelajar.

Menurutnya, keberadaan lorong tersebut yang diperkirakan menembus lorong dilokasi lain, pihaknya sebatas menduga karena selain tidak memiliki kewenangan, pihaknya focus pada sekolah dan bidang pembelajarannya.

“Jika nantinya kedepan, ada yang tertarik, pihak ketiga untuk mengungkap rahasia lorong bawah tanah silahkan saja,” ungkapnya.

Kastri mengaku, tidak keberatan jika nantinya tempat tersebut dijadikan destinasi wisata edukasi maupun sejarah kota Semarang, asalkan tidak dihubungkan dengan hal-0hal yang berbau gaib.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rusmiyanto juga membenarkan dugaan adanya lorong dan ruang bawah tanah, karena sudah beberapa kali alumni sekolah tersebut sempat menelusuri ruang tersebut, namun hingga saat ini, akses ke lokasi sengaja di tutup. (BJ05)