Home News Update Workshop Prestatif Cetak Individu Unggul dan Mampu Menopang Peradaban

Workshop Prestatif Cetak Individu Unggul dan Mampu Menopang Peradaban

IMG_20150920_145526

Semarang, 20/9 (BeritaJateng.net) – Universitas Diponegoro (Undip) menggelar workshop prestatif 2015 dalam rangka penguatan Undip paling banyak lolos masuk Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015. Acara berlangsung di auditorium FPIK Undip, dengan mengangkat tema, “Pemuda Cerdas, Perubah Peradaban”, Minggu (20/9) siang.

Ketua panitia, Muhammad Agil menjelaskan sambutan oleh Pembantu Rektor III, Pak Budi Setiyono berharap dengan adanya workshop ini bisa menciptakan sekaligus mencetak kader-kader yang berprestasi.

“Perubahan harus dilakukan sejak dini, bukan hanya saat akan lulus saja. Karena perubahan saat ini menentukan kelangsungan hidup di masa yang akan datang,” ujarnya di Auditorium FPIK Undip, Minggu (20/9) siang.

Di dalam workshop ini juga dibahas materi mengenai, “Mengembalikan Kejayaan Ilmuwan Muslim” yang disampaikan oleh Cendekiawan Muslim, Asep. Dia mengajak mahasiswa untuk meraih mimpi.

“Biasakan diri mempunyai mimpi lurus dan jadilah penopang peradaban,” ajaknya kepada mahasiswa yang hadir.

Selain itu hadir pula Koordinator MITI Jateng-DIY, Dr. Edi Suharyadi., M. Eng yang mengaku mencintai Indonesia, dia menambahkan jika tradisi ilmiah telah dibiasakan di dalam Islam. Semua umat muslim adalah ilmuan dan ulama. Islam hadir tidak hanya kaya akan filosofis, tetapi juga bisa dibuktikan secara empirik, contohnya Ilmu Astronomi.

“Kita harus ma’rifatuzzaman agar kita tahu dimana kita berada sekarang. Kemana kita dan apa perubahan yang bisa kita lakukan,” tuturnya.

Tahap globalisasi meliputi kolonialisme, lanjut Edi, ketika negara maju memikirkan sistem sustainabilitas negaranya terhadap Sumber Daya Alam (SDA). Prinsip globalisasi yang unggul mengalahkan yang lemah. Ekspansi perusahaan multinasional datang ke negara berkembang.

“Kita harus menyiapkan individu yang unggul. Kita adalah manusia masa depan, bukan masa kini. Harus berpikir ke depan. Karena kita umat terbaik pilihannya hanya ada 2, berprestasi atau berprestasi sekali,” imbuhnya.

Faldo Maldini, Enterpreneurship Indonesia mengatakan jika pemahaman itu penting tetapi lebih penting jika memiliki definisi tersendiri tentang sesuatu.

“Prestasi atau pencapaian adalah perubahan sekecil apapun asalkan lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Turunlah ke lapangan, kata dia, teori hanya sekedar teori kalau tidak dipraktekkan. Berbicara di depan umum juga perlu proses, maka perlu belajar.

“Ketika kita ingin mengurus orang lain, kita harus sudah selesai drngan urusan diri sendiri. Kita harus percaya dengan kemampuan diri sendiri,” pungkasnya. (BJT01)