Home Ekbis Workshop Entrepreneurship Tokopedia, Passion Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Workshop Entrepreneurship Tokopedia, Passion Bisa Jadi Sumber Penghasilan

533

IMG_20151101_135750

Semarang, 1/11 (BeritaJateng.net) – Dengan mengangkat motto ‘Temukan Passionmu, Ciptakan Peluangmu’ Tokopedia yang merupakan market place, toko online terbesar di Indonesia usai menggelar talkshow juga mengadakan workshop entrepreneurship pada tempat yang sama, di Gedung Prof. Sudharto Undip Tembalang.

Tidak hanya itu, sebelum memasuki gedung peserta juga disuguhkan aneka stand dari UKM, baik penjual makanan, minuman dan pakaian. Dimeriahkan juga dengan penampilan musikalisasi puisi dari mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Diponegoro.

Mentor workshopnya berasal dari beragam bidang, ada dari bidang penelitian, digital, desain dan kuliner. UKM Research and Business (R & B) Undip memberikan kontribusi besar dalam penyelenggaraan workshop yang digelar Tokopedia tersebut. Mereka membagi peserta dalam empat kelompok, yakni penelitian, digital, desain dan kuliner.

Passion Preneur Coach, Deddy Dahlan dalam workshop tersebut menjelaskan bisnis perlu untuk disukai. Semua berawal dari profesi, dengan tujuan sukses dan diiringi passion.

Menurut Deddy, hobi dan passion merupakan dua hal yang berbeda. Jika hobi hanya suka. Sedangkan passion ada dorongan untuk mengembangkan lebih jauh akan hal yang disukai.

“Suatu hal yang dikatakan oleh seseorang jika suatu hari nanti memiliki uang untuk mendapatkannya, itulah passion,” kata Deddy.

Passion bisa berasal dari hobi, minat, atau dari mana saja, lanjut Deddy, asalkan ada makna dari hati yang paling dalam.

“Terlalu banyak hobi sulit untuk difokuskan menjadi sebuah bisnis. Maka perlu kefokusan. Hal demikian yang menjadikan bisnis perlu ada passion. Alasannya karena melakukan yang disukai, bisa dan kenapa tidak? Karena hidup itu menyenangkan dan perlu keyakinan,” imbuhnya.

CEO Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, juga menuturkan jika toko online merupakan suatu nilai lebih bagi penjual, khususnya di Indonesia. Diperlukan skill karena masing-masing orang memiliki ilmu yang berbeda-beda.

“Tokopedia memanfaatkan hal tersebut, beda jaman beda kasus, masalah biaya sudah diatur dengan pengelolaan yang baik,” ujar Leon.

Ibu Mustika, seorang ibu rumah tangga sekaligus penjual batu akik online di tokopedia, mengaku tidak ada hambatan sama sekali dalam berbisnis online.

“Tokopedia sudah memudahkannya dalam segala fiturnya, terutama bagi pemula seperti saya. Caranya cukup dengan membuat akun, mendaftarkan sebagai toko, memberi label pada toko, meng-upload beberapa foto, apabila konsumen yang ingin membeli tinggal transfer uang ke rekening bersama yang ada di Tokopedia. Bagusnya di tokopedia karena banyak promonya,” terang Mustika.

Ingin belajar bisnis dan terus mencoba juga diakui Deddy Dahlan sebagai semangatnya saat memulai bisnis. Menurutnya, sesuatu dikatakan gagal tergantung dari cara pandang masing-masing orang.

Di Tokopedia semua barang yang melanggar hukum, mobil, motor dan jasa tidak bisa dijual. Menurut Leon, ada yang unik di tokopedia beberapa waktu lalu yang dijual, yakni berupa gantungan kunci Haji Lulung dan bibit tanaman. Hal ini menjadi sesuatu yang booming.

Sementara itu, tokopedia juga memfilter seluruh seller yang masuk dengan konsep ‘open’. Artinya tokopedia memperbolehkan siapa saja menjual produknya. Hanya saja jika nanti ada laporan pelanggaran hak cipta, user-user bisa menindaklanjuti.

“Kita tidak menjual cairan bahan kimia dan yang benar-benar diawasi di tokopedia adalah situs pornografi,” kata Leon.

Toko online yang dibentuk sejak tahun 2009 ini, juga memiliki hambatan, dan kesalahan yang cukup menjadi pembelajaran.

“Peristiwa yang terjadi bulan April 2015. Tiba-tiba sekitar 80 persen gambar di tokopedia hilang. Database satu server master juga hilang, sempat down dalam waktu yang cukup lama,” papar Leon.

Leon berharap Tokopedia bisa memberikan sesuatu yang positif di dunia pendidikan. Tidak hanya Leon, Deddy Dahlan juga ingin memberikan perluasan sekolah industri kreatif di dunia pendidikan yang terdiri dari proses belajar dan praktik.

“Bisnis melalui internet peluangnya sangat besar jika didukung ekosistem dan investor yang bagus,” imbuh Leon

Passion bisa dijadikan bisnis, semua passion bisa jadi sumber penghasilan. Leon memberikan catatan untuk menghadapi pelaku bisnis yang nakal, dari tokopedia memberikan fitur.

“Coba klik beberapa foto di tokopedia, maka foto barang masih disimpan seperti pada saat transaksi awal dan tidak akan berubah. Pembeli tahu dari rating produknya, tidak semua produk yang dijual bagus karena konsep ‘open’ dari tokopedia. Oleh karena itu, persentasenya bisa dilihat dari data statistiknya,” pungkas Leon. (BJT01)

Advertisements