Home News Update Woman’s Self Defence dan Pemanfaatan Tanaman Talas oleh Mahasiswa Fisip Undip

Woman’s Self Defence dan Pemanfaatan Tanaman Talas oleh Mahasiswa Fisip Undip

465
Mahasiswa Fisip Undip melatih anak-anak memasak.

Semarang, 23/5 (BeritaJateng.net) – Setelah mengadakan Forum Group Discussion (FGD) sekitar tiga minggu yang lalu dengan warga Desa Kalongan Ungaran Timur. Mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Fisip Undip berhasil memetakan beberapa isu yang ada di Desa Kalongan menjadi dua bagian yaitu isu kriminalitas dan isu ekonomi.

Dengan adanya daerah rawan kejahatan (begal, jambret dan pemerkosaan)  dan kurang penerangan di hutan karet, membuat para wanita dari desa tersebut takut untuk keluar masuk desa setelah pukul 21.00 WIB walaupun sebernarnya jalan di sekitar hutan karet ini adalah jalan utama menuju Desa Kalongan.

Isu tersebut yang melatarbelakangi mahasiswa dari D3 Hubungan Masyarakat untuk membuat sebuah event berupa Sosialisasi Woman’s Self Defence & Workshop Kewirausahaan Kuliner yang diadakan di Dusun Ngaliyan Desa Kalongan Ungaran Timur, Minggu (22/5) yang dihadiri oleh 35 ibu-ibu dan remaja karang taruna Desa Kalongan.

Untuk sosialisasi Woman’s Self Defence mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Fisip Undip mengundang UKM Taekwondo Undip yaitu Givari Musahidayah dan Yuliana Endah Retnoasih gadis kelahiran Wonosobo 22 tahun yang lalu yang merupakan juara 2 Dragon Cup Tingkat Nasional 2010 dan juara 1 under 62kg pom rayon Jateng 2015.

Givari dan Endah mengajarkan beberapa jurus dasar yang mudah dipraktikan ketika mengalami situasi kejahatan seperti hosinsul dan jireugi. “Kita sebagai wanita tentunya harus punya keberanian dan bisa menjaga diri kita sendiri dari ancaman dan kejahatan, saya juga merasa senang bisa memberikan ilmu beladiri kepada warga khususnya kaum wanita dan anak remaja semoga warga Desa Kalongan bisa mempertahankan diri dari kejahatan yang marak terjadi di lingkungan sekitar,” kata Endah.

Latihan bela diri untuk melindungi diri utamanya kaum wanita.
Latihan bela diri untuk melindungi diri utamanya kaum wanita.

Sedangkan untuk Workshop Kewirausahaan Kuliner, mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Fisip Undip mengajak Amalia Nur Afifah (Juara 2 lomba masak – kreasi Ayam &pisang se Rohis Undip) untuk menjadi pembicara sekaligus mengajari ibu-ibu dan remaja Desa untuk praktik memasak kue brownies dan cookies yang berbahan dasar dari talas. Karena talas merupakan salah satu sumber daya terbesar di Desa Kalongan yang biasanya hanya dijual mentahan saja atau hanya direbus dan itu kurang menghasilkan nilai jual yang tinggi.

Tak hanya itu, mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Fisip Undip selain mengajak peserta untuk memasak, juga mengajak peserta untuk belajar membuat kemasan (packaging) yang menarik dan belajar juga bagaimana cara mempromosikan sebuah produk secara online melalui internet.

Acara ini sangat menarik dan membuat warga antusias, terlihat dari salah satu peserta yang bernama ibu Nur, beliau rajin bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pembicara dan sebagai apresiasinya panitia memberikan satu bingkisan cookies yang sudah dikemas secara menarik kepada ibu Nur.

Syta Amelia selaku ketua panitia berharap “Semoga warga Desa Kalongan khususnya ibu-ibu dan remaja lebih kreatif dan inovatif lagi dalam memanfaatkan hasil bumi desa, jadi warga bisa hidup mandiri dengan berwirausaha dan juga untuk kaum perempuan Desa Kalongan bisa lebih berani lagi dalam menghadapi segala macam ancaman dan bahaya dari luar,” tutur Syta Amelia Ketua Panitia acara. (Bj)

**Penulis adalah Lidya IP, mahasiswi hubungan masyarakat Fisip Undip.