Home DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono Minta PDAM Perbaiki Layanan Dulu Sebelum Kejar Pendapatan

Wiwin Subiyono Minta PDAM Perbaiki Layanan Dulu Sebelum Kejar Pendapatan

855
0

SEMARANG, 19/9 (BeritaJateng.net)  – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiyono, menyoroti pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal yang hingga kini belum maksimal. Selain persoalan aliran air yang sering macet, juga kualitas air belum standar karena masih keruh.

Oleh karenanya, Wiwin meminta PDAM Tirta Moedal untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para pelanggan terlebih dahulu dibanding berpikir mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkot Semarang.

Hal itu disampaikan politisi Partai Demokrat itu usai diskusi prime topic bertema “menjaga kualitas air bersih” di Quest Hotel, Jalan Plampitan, Semarang.

“Saat ini PR besar PDAM Tirta Moedal adalah memenuhi pasokan air ke konsumen. Selama ini saja masih banyak keluhan dari masyarakat terkait kuantitas dan kualitas air. PDAM harus bisa mengatasi keluhan itu dulu sebelum mengejar target pendapatan,” kata Wiwin.

Hal itu disampaikannya bukan tanpa dasar. Problem PDAM terkait kebutuhan bahan baku air masih terjadi. Bahkan, hingga kini banyak pelanggan yang masih mengeluhkan aliran air. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diurai terlebih dahulu sehingga ditemukan faktor penyebabnya.

Ia menambahkan, jika PDAM mengalami kekurangan anggaran untuk melakukan memaksimalkan layanan, dapat dibicarakan dengan DPRD maupun Pemkot. Dalam arti, anggaran yang sudah ada dan disetorkan ke APBD, bisa digunakan untuk melakukan perbaikan semua jaringan atau instalasi yang ada.

“Anggaran yang ada, baik itu untuk setoran PAD atau anggaran lain, bisa dipakai dulu untuk perbaikan jaringan. Jika kurang, bisa minta lagi ke Pemkot dan kami di dewan akan mendukung. Supaya kebutuhan pelanggan ini bisa terpenuhi,” ucapnya.

Wiwin mengaku, tidak pernah berhenti mengimbau PDAM Tirta Moedal untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggannya. Tak jarang, pihaknya juga meminta PDAM Tirta Moedal untuk menunda kenaikan tarif hingga pelayanan sudah dimaksimalkan. Menurutnya, jika pelayanan sudah baik, maka bisa membicarakan kenaikan tarif untuk memaksimalkan pendapatan.

“Kalau kemudian PAD PDAM dtarget Rp 15 miliar dan nantinya tidak bisa memenuhi, maka bisa disampaikan melalui laporan. Apa yang menjadi penyebab tidak sampainya target tersebut. Tapi yang penting ada peningkatan pelayanan baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Produksi PDAM Tirta Moedal, Hari Murti mengakui pelayanan PDAM sampai saat ini kurang maksimal. Ia beralasan, ada kebocoran infrastruktur jaringan. Akibatnya PDAM kehilangan air hingga 3,19 juta meter kubik air setiap bulannya.

Kebocoran tersebut akibat pipa jaringan rusak dan adanya kesalahan administrasi. Untuk kerusakan pipa, paling banyak terjadi di daerah Semarang Utara. Penyebabnya pipa sudah usang sehingga bocor, rob, maupun terdampak pembangunan infrastruktur di Kota Semarang.

“Dari 8 juta meter kubik air yang PDAM suplai ke pelanggan setiap bulan, sekitar 39 persennya terbuang sia-sia karena mengalami kebocoran. Masalah kebocoran itu paling banyak disebabkan rusaknya infrastruktur, seperti instalasi pipa yang bocor maupun telah keropos,” jelasnya.

Hari membeberkan, kebocoran tersebut mengakibatkan pelayanan PDAM Tirta Moedal menjadi tidak maksimal. Banyak masyarakat yang kerap tidak mendapat pelayanan dari PDAM berupa air bersih. Ia pun berharap ke depan permasalahan kebocoran itu bisa diminimalisit sehingga pelayanan air bersih dari PDAM kepada warga masyarakat bisa dimaksimalkan.

Kita juga terus menggencarkan koordinasi lintas instansi, seperti dengan Dinas Pekerjaan Umum agar bisa meminimalisasi kebocoran air yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur. Salah satunya kami mohon ke PU untuk koordinasi kalau tengah melakukan penggalian yang ada pipa saluran PDAM,” tuturnya.

Selain berkoordinas dengan instansi lain, Hari juga mengatakan akan segera melakukan perbaikan pada pipa-pipa yang rusak maupun telah usang. Perbaikan infrastruktur itu akan diambilkan dari pendapatan PDAM tahun ini.

“Tahun ini kami menargetkan PAD mencapai Rp 15 miliar. Untuk perbaikan akan kita ambilkan dari situ,” paparnya. (El)