Home Headline Wisatawan Berebut Gunungan Buah Gratis Di Botania Garden 

Wisatawan Berebut Gunungan Buah Gratis Di Botania Garden 

460
0
Wisatawan Berebut Gunungan Buah Gratis Di Botania Garden 
            Purbalingga, 25/3 (BeritaJateng.net) –  Wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata edukasi dan petik buah Botania Garden (Bogar) di Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Minggu (25/3) disuguhi buah gratis. Pengelola daya tarik itu setidaknya menyiapkan lebih dari 400 kilogram bermacam jenis buah seperti jambu biji kristal, jeruk, jambu biji biasa dan jambu citra, untuk dinikmati wisatawan. Bagi-bagi buah gratis itu dalam rangka acara satu tahun  Bogar.
            Ketua Pengelola wisata Bogar, Abdi Legowo mengungkapkan, buah yang dibagikan kepada pengunjung terdiri dari 100 kilogram jambu kristal, 200 kilogram jambu biji, 70 kilogram jeruk dan 30 kilogram jambu citra. Selain bagi-bagi buah gratis, rangkaian satu tahun Bogar juga ditandai dengan soft opening wahana baru Play with Animal. Suasana semakin hangat karena wisatawan disuguhi musik kentongan, dan menikmati tumpengan nasi uduk dan nasi kuning. “Kami ingin memberikan kepuasan kepada wisatawan yang datang. Sebagai rasa syukur kami, maka wisatawan secara gratis menikmati berbagai macam buah dalam dua buah gunungan besar,” kata Abdi Legowo, Minggu (25/3).
            Disebutkan Abdi Legowo, sejak berdiri Maret 2017 silam, Bogar terus membenahi sarana wisata dan wahana wisata yang baru. Tidak hanya kebun buah saja, namun menambah wahana arena bermain anak, terapi ikan, arena outbound dan yang mulai soft opening arena bermain dengan binatang atau Play with Animal.  “Untuk arena play with animal ini sasarannya kepada anak-anak. Mereka nantinya bisa berwisata edukasi dan bermain dengan kambing, angsa, kelinci, burung dara, ayam kate, dan kalkun,” kata Abdi Legowo.
            Salah seorang wisatawan dari Kabupaten Purworejo, Rumanti (48) yang kebetulan datang ke Bogar mengaku senang karena bisa menikmati wisata petik buah. Menurutnya, bagi warga Jateng Selatan atau warga Jateng, tidak perlu jauh-jauh berwisata ke Bogor Jawa barat hanya untuk menikmati kebun buah disana. Di Purbalingga, tepatnya di Botania Garden, tempatnya juga bagus, dan yang jelas harga buahnya lebih murah dibanding harga pasaran. “Di Bogar, kami bisa menikmati suasana kebun yang asri, dan buah-buahan yang harga lebih murah dibanding harga pasaran,” ujar Rumanti.
            Sementara itu, executif marketing Bogar, Abdul Rozak Amri menambahkan, Bogar yang dikelola oleh para pemuda di Desa Karangcengis, saat ini mengelola lahan milik petani buah seluas 30 hektar milik 50 an petani. Pengelola Bogar mebgelola kebun buah milik petani dalam sebuah daya tarik wisata.
           “Kami mengubah kebun buah biasa, menjadi daya tarik wisata yang menarik. Dan yang utama, para petani yang biasanya menjual buahnya dengan harga lebih rendah ke pedagang pengepul, saat ini bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi atau sama dengan harga pasaran. Wisatawan bisa memetik buah sendiri, dan ini yang menjadi daya tarik pengunjung yang datang. Mereka memilih buah sendiri, dan memetiknya. Bisa pula langsung menikmatinya di dalam kebun,” kata Amri.
          Amri mengatakan, para petani buah semula hanya beberapa yang bergabung dengan Bogar. Namun, seiring dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, dan keuntungan petani yang lebih besar, maka mereka berniat bergabung dengan Bogar. “Secara ekonomi, para petani buah ini ikut terangkat, dan para pemuda yang semula tidak bekerja, juga bisa mendapat lapangan pekerjaan baru dengan melayani wisatawan. Begitu pula juga semakin tumbuh para pedagang makanan yang berasal dari warga sekitar kebun buah,” kata Amri.
          Amri menambahkan, wisata Bogar banyak diminati sebagai wisata edukasi oleh anak-anak. Tidak hanya dari Purbalingga saja, tetapi juga dari luar kota seperti dari Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen dan kota lainnya di Jateng. Wisata ini memang unik, mirip kebun buah di Bogor atau di Kabupaten Kendal. “Selain anak-anak, banyak juga rombongan wisatawan yang mengadakan kegiatan di Bogar. Kami menyediakan gasebo di tengah kebun yang sejuk. Kami juga menyiapkan makanan khas desa yang dimakan secara tumpengan diatas daun pisang. Suasana makannya yang berbeda inilah yang ternyata menjadi daya tarik wisatawan,” kata Amri.
          Camat Bukateja Dedi Sutono, S.Pd yang menghadiri acara tasyakuran tersebut mengajak kepada para petani dan pengelola untuk terus kompak. Pengelola juga diminta terus berbenah untuk menambah wahana baru, seperti memancing ikan di tengah kebun buah, atau wahana lainnya. “Kami juga meminta pihak desa untuk terus mendukung semangat warga yang membangun sektor wisata untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga,” kata Dedi Sutono.
            Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinklominfo) Purbalingga Ir Prayitno, M.Si yang menghadiri kegiatan tasyarakuran tersebut mengajak kepada seluruh pengelola dan warga disekitar kebun untuk terus melayani wisatawan dengan tetap menerapkan Sapta Pesona Wisata. “Pengunjung jangan sampai dikecewakan, pelayanan yang ramah dan memuaskan, tentu akan menjadi kenangan tersendiri bagi wisatawan yang datang,” ajak Prayitno. (yit/El)