Home Headline Wisata Alam Bukit Kunci dibuka Kembali dengan Protkes Ketat

Wisata Alam Bukit Kunci dibuka Kembali dengan Protkes Ketat

182
Wisata Alam Bukit Kunci dibuka Kembali dengan Protkes Ketat

BLORA, 9/9 (BeritaJateng.net) – Wisata alam Bukit Kunci yang terletak di desa Bangowan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, kembali dibuka untuk umum.

Namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan yang sudah dianjurkan Pemerintah.

Destinasi wisata lokal yang dikelola pemuda (karang taruna) desa Bangowan itu sempat lock down (penutupan sementara), selama tiga bulan untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) bagi pengunjung dan warga sekitar.

Hanif Masadini, salah seorang pengurus destinasi wisata bukit Kunci mengemukakan setelah mendapatkan arahan dan simulasi dari Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan pemerintah desa Bangoan dan karang taruna sehingga lokasi tersebut diperbolehkan dibuka kembali untuk umum.

Wisata Alam Bukit Kunci dibuka Kembali dengan Protkes Ketat

“Tentu saja dengan persiapan yang matang dan tata cara adaptasi kebiaasan baru mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya, di Bangoan, Jiken, Selasa (8/9/2020).

Ia berharap, dengan dibukanya kembali destinasi wisata bukit Kunci, pengunjung semakin ramai dengan menaati protokol kesehatan.

“Jadi kita berwisata secara aman dan nyaman,” kata dia.

Bukit Kunci, kata dia, sebenarnya sudah dibuka kembali sejak juni lalu,setelah mendapatkan simulasi dari Dinporabudpar Kabupaten Blora,namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Hal senada disampaikan oleh Antok, pengurus lainnya. Ia menyatakan setelah sempat vakum selama tiga bulan, kini pengurus menyambutnya dengan senang hati karena telah dibuka kembali.

“Dengan senang hati, karena selama tiga bulan itu sebenarnya sudah ada pengembangan wahana wisata,” ungkapnya.

Namun, dalam situasi new normal baru ini, kata dia, para pengunjung diharapkan tetap menaati protokol kesehatan.

“Boleh membuka masker saat foto di sejumlah spot yang disediakan. Tetapi setelah foto diminta memakai maskernya,” terangnya.

Antok menjelaskan pengurus wahana wisata bukit Kunci, juga siap mengantisipasi dengan memberlakukan sosial distancing, jaga jarak, ketika nantinya banyak pengunjung.

“Sebelum masuk lokasi, para pengunjung kita cek suhu tubuhnya, kemudian kita minta untuk cuci tangan,” jelasnya.

Selain itu, setiap pagi atau sore hari dilakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah fasilitas wisata bukit Kunci.

“Semua fasilitas disemprot disinfektan,” kata dia.

Seperti diketahui wisata lokal bukit Kunci berawal inspirasi dari sejumlah pemuda desa Bangoan di salah satu lokasi yang lebih tinggi di wilayah desa setempat dengan menonjolkan view alam yang menarik dan mempesona untuk mempromosikan potensi wisata desa.

Bagi pengunjung tiket masuk relatif terjangkau, yakni Rp3.000,00/orang. Hasil dari tiket itu digunakan untuk pemeliharaan dan jasa pengurus wahana wisata bukit Kunci.

Aida, salah seorang pengunjung remaja asal Kecamatan Blora mengaku senang dengan dibukanya kembali destinasi wisata bukit Kunci yang menurutnya damai dan alami serta mempesona.

“Saya sudah beberapa kali ke bukit Kunci untuk menikmati pesona alamnya. Suasananya damai, jadi selalu rindu untuk datang kembali ke bukit Kunci. Sangat senang setelah dibuka kembali,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Saidah dari Kecamatan Cepu, mengatakan baru pertama kali datang ke bukit Kunci dan senang dengan pemandangan serta fasilitasnya.

“Selama ini lihat di media sosial, sekarang bisa datang langsung setelah dibuka kembali. Lain kali akan datang lagi, saya akan ajak keluarga yang lain. Tetap patuh protokol kesehatan,” ungkap dia.

Untuk menuju ke bukit Kunci relatif mudah ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau sepeda ontel. Dari pusat pemerintahan desa Bangoan, lokasi bukit Kunci lebih kurang dua kilometer.

Juka cuaca cerah, pada jam tertentu pengunjung bisa menyaksikan keindahan Gunung Lawu yang tampak jelas dari jauh.

Kemudian, hamparan hutan, pemukiman dan persawahan hijau yang ada di bawah lokasi bukit Kunci, membuat mata memandang terkesima diterpa semilir angin yang membuat rindu dan betah berada di bukit Kunci.

Di lokasi tersebut juga dikembangkan tanaman secara hidroponik oleh pemuda desa Bangoan sehingga menginspirasi para pengunjung khususnya para remaja. (Her/El)