Home Kesehatan Wilayahnya Berpotensi Endemi Demam Berdarah, Warga Ngabeyan Gelar Fogging Mandiri

Wilayahnya Berpotensi Endemi Demam Berdarah, Warga Ngabeyan Gelar Fogging Mandiri

256
0
Fogging mandiri warga RT4 RW 2, got dan taman juga terkena pengasapan
        SUKOHARJO, 20/11 (BeritaJateng.net) – Sadari wilayahnya berpotensi menjadi endemi penyebaran penyakit berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, warga RT 4, RW 2 desa Ngabeyan, Kartosuro gelar fogging secara mandiri dengan menggandeng Pecinta Alam (PA) Sabagiri untuk melakukan pengasapan.
         Keterangan dari Anjar Asmoro ketua RT 2 RW 4 mengatakan di wilayahnya banyak terdapat pabrik, gudang, sekolahan, juga garasi bus. Keterangan dari tim kesehatan hal tersebut berpotensi untuk menjadi sarang penyebaran nyamuk. Sehingga harus rutin dibersihkan.
         Bahkan beberapa waktu lalu ada beberapa warganya yang terjangkit penyakit demam berdarah, yang terakhir menimpa anak berusia 4 tahun. Pihaknya sudah melapor pada dinas terkait di Puskesmas namun ada ketentuan bisa melakukan fooging setelah empat atau lima warga yang terkena demam berdarah.
          Atas kesepakatan seluruh warga akhirnya diputuskan melakukan fogging secara mandiri dengan meminta bantuan dari PA Sabagiri untuk melakukan fogging di wilayahnya.
          “Setelah musyawarah dengan warga, kesepakan ya sudahlah kita fighting secara mandiri saja,” jelas Anjar Asmoro, Minggu (19/11).
           Salah satu anggota PA Sabagiri yang ikut berpartisipasi Buntoro mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan terjun langsung membantu masyarakat, karena pecinta alam juga rutin lakukan aksi sosial kemanusiaan untuk warga yang membutuhkan.
          Sebab itulah, untuk mengantisipasi kejadian  serupa, warga bekerjasama dengan PA Sabagiri melakukan fogging dengan dana swadaya dari masyarakat dan PA Sabagiri.
          “Kita siap bantu warga untuk melakukan fooging, karena ada informasi warga yang terkena demam berdarah. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak menyebar akhirnya dilakukan fogging,” jelas Buntoro.
          Fogging dilakukan di sekitar 60 rumah warga, dua sekolahan, selokan, termasuk juga lahan kosong yang cukup rindang tak luput dari sasaran. Bahkan dua sekolah yang kondisinya kosong juga dilakukan pengasapan.
        “Ya sekalian saja. Khan berdekatan, biar semua nyamuk hilang,” pungkasnya. (Db/el)