Home News Update Wayang Dakwah Meriahkan Pelepasan Siswa SMPN 3 Susukan

Wayang Dakwah Meriahkan Pelepasan Siswa SMPN 3 Susukan

1031
Kepala SMPN 3 Susukan, Diyanto.

Banjarnegara, 11/6 (BeritaJateng.net) – Menandai pelepasan siswa Kelas 9 SMP Negeri 3 Susukan , Banjarnegara, Jumat malam (10/6)  malam digelar pentas wayang dakwah di halaman sekolah setempat di wilayah Desa Derik, Kecamatan Susukan, Banjarnegara.

Seribu lebih penonton yang merupakan orang tua siswa kelas 9, warga sekitar, para siswa dan jajaran dewan guru serta karyawan ikut menyaksikan pentas wayang kulit yang dikemas dalam bentuk dakwah, dengan Ki Dalang yang juga kyai kondang, Muhammad Tahrir dari Kebarongan Banyumas. Lakon yang dipentaskan “Bawor Dadi Pandhita”.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 169 siswa kelas 9 dilepas, karena telah dinyatakan lulus 100 persen, yang diumumkan Sabtu (11/6).Lulusan berprestasi  terbaik pertama diraih oleh Sara Dianti dengan jumlah nilai 315,5 , juara kedua Meli Eka Setianingsih (309,0), dan juara ketiga Sigit Sawolo (299,5). Kepada 10 besar perain nilai UN tertinggi diberikan hadiah berupa uang pembinaan.

Kepala SMPN 3 Susukan, Banjarnegara, Diyanto, S.Pd mengemukakan, pentaswayang dakwah ini merupakan puncak acara pelepasan siswa kelas 9. Pada beberapa hari sebelumnya, digelar serangkaian kegiatan, diantaranya pagelaran seni, wisuda, dan pembagian baju batik gratis kepada para lulusan. Dan jika pada tahun lalu, puncak acara kelulusan digelar pengajian akbar, maka pada puncak lulusan siswa kelas 9 tahun pelajaran 2015/2016 ini ditandai pentas wayang dakwah.

Media wayang, lanjut Diyanto, dulu digunakan oleh para wali dalam masa-masa awal penyebaran  Agama Islam di Pulau Jawa.Oleh karena itu, SMPN 3 Susukan mengadakan tasyakuran dengan mengkolaborasikan antara wayang dan dakwah, maka sebenarnya sedang napak tilas perjalanan masuknya agama Islam di Indonesia, khususnya di PulauJawa.

“Kacang aja klalen karo lanjarane,” ujar Diyanto menirukan peribahasa Jawa yang maknanya agar kita jangan lupa kepada asal-usul atau sejarahnya.

Di sekitar SMPN 3 Susukan sendiri, diakui Diyanto, kini banyak ditemui seni tradisional seperti seni karawitan,lengger, seni tari, kuda lumping dan rebana.

Untuk itu, agar seni itu tetap lestari atau tidak hilang dari asal-usulnya, maka ekstra kurikuler di SMPN 3 Susukan juga mengembangkan seni-seni itu.Selain itu, juga dikembangkan seni modern, seperti marching band.

Selanjutnya Diyanto berpesan kepada para lulusan, agar selalu menjalin komunikasi antara alumni dan sekolah. “Jaga nama baik SMPN 3 Susukan. Saya berdoa dan berharap, semoga kelak kalian menjadi orang sukses yang berguna bagi agama, bangsa dan negara,”  pesan Diyanto. (BJ33)

Advertisements