Wawali Kota Semarang Launching Pencanangan Kampung KB

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan kampung KB di kelurahan Dadapsari, Semarang Utara.

Semarang, 5/4 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara, Senin (5/4). Kampung KB tersebut, merupakan kampung KB pertama dan pusat pelayanan utama di kota Semarang.

“Alasan dipilihnya Kelurahan Dadapsari sebagai Kampung KB karena banyaknya pasangan subur yang ada di kelurahan ini,” ujar Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Ginaryanti Rahayu.

Ita–sapaan akrab Hevearita menjelaskan, dari total 1,5 juta penduduk kota Semarang penduduk, masih ada sekitar 62ribu penduduk yang belum mengikuti KB. “Diperkirakan tahun 2020 akan terjadi bonus demografi, yakni usia produktif lebih banyak dari pada non produktif. Sehingga perlu penanganan masif dan keterlibatan berbagai stakeholder dalam mengendalikan laju penduduk,” imbuh Ita.

Foto bersama jajaran instansi dan dinas didepan gerbang Kampung KB kelurahan Dadapsari Semarang Utara.
Foto bersama jajaran instansi dan dinas didepan gerbang Kampung KB kelurahan Dadapsari Semarang Utara.

Menurutnya, bulan April ini ada launching tiga percontohan kampung KB, pertama di kelurahan Dadapsari, kemudian di Banyumanik dan Mijen. “Namun nantinya di tiap-tiap kecamatan di kota Semarang akan diresmikan pula kampung-kampung KB,” katanya.

Program KB, menurut Ita, tidak hanya untuk menekan jumlah penduduk saja, namun juga mengontrol dam mengatasi masalah pendudukan yang berimplikasi pada semua sistem pembangunan baik bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pekerjaan dan lain sebagainya.

“Kami berharap warga masyarakat kota Semarang baik laki-laki maupun perempuan mau menjadi akseptor KB. Jika ikut KB, maka banyak sekali manfaat yang didapat, seperti mencegah kematian ibu dan anak, mengurangi ibu-ibu yang memiliki resiko melahirkan yang cukup tinggi karena usia yang diatas usia produktif,” paparnya.

Manfaat menjadi kampung KB atau kampung percontohan adalah warga masyarakat dapat secara gratis ikut KB, akan dilakukan pembinaan keluarga, masyarakat juga dapat menikmati pelayanan lain seperti pencegahan AIDS, ibu-ibu juga dapat mengikuti tes IVA pencegahan kanker serviks dan pelayanan terpadu lainnya.

Ita menyapa warga kampung KB, ia menyempatkan meninjau salah satu anak yang memiliki penyakit folio dan kelumpuhan syaraf.
Ita menyapa warga kampung KB, ia menyempatkan meninjau salah satu anak yang memiliki penyakit folio dan kelumpuhan syaraf.

Ketua Panitia sekaligus Ketua RW 4 Kelurahan Dadapsari Semarang Utara Dwi Santoso menjelaskan, dari 99 pasangan produktif di kelurahannya, sebanyak 50% atau sejumlah 46 pasangan telah menjadi peserta KB.

“Totalnya, ada 46 peserta KB, 2 warga hamil, 20 orang tanpa KB atau ingin segera memiliki anak, 3 ingin tunda dan 21 orang steril atau sudah tak bisa memiliki anak. Semua terakomodir dengan baik, dengan bantuan BKKBN dan tenaga ahli kesehatan setempat. Kalau sekarang baru 50% yang sudah berKB, minimal ada penambahan 25% agar target 75% penduduk yang melakukan KB bisa tercapai,” paparnya.

Menurutnya, di kelurahan Dadapsari terdapat tempat-tempat yang mendukung agar masyarakat ‘melek’ terhadap informasi sistem KB. “Di Balai Kelurahan ada posyandu, bina keluarga balita dan bina remaja yang memungkinkan masyarakat paham cara dan informasi KB,” jelasnya. (Bj05)

Tulis Komentar Pertama