Home Kesehatan Waspadai Wabah Penyakit Difteri

Waspadai Wabah Penyakit Difteri

208
0
Antisipasi wabah Difteri, RSUP dr. Kariadi menambah ruang isolasi khusus perawatan infeksi Difteri.
          Semarang, 7/12 (BeritaJateng.net) – Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi di Kota Semarang Jawa Tengah menyiapkan ruang isolasi bagi penderita wabah difteri. Meski saat ini tidak ada pasien yang dirawat, namun pihak rumah sakit telah melakukan persiapan jika ada pasien dari sejumlah daerah yang dirujuk ke rumah sakit ini.
           Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi di Kota Semarang Jawa Tengah  saat ini tidak merawat pasien difteri atau penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diptheriae yang menular dan berbahaya. Meski begitu pihak rumah sakit telah melakukan persiapan jika ada pasien dari sejumlah daerah yang dirujuk ke rumah sakit ini.
           Menurut Dr Hapsari Dokter Spesialis Anak RSUP Kariyadi, Persiapan yang dilakukan diantaranya menyiapkan ruang isolasi pasien difteri yang berada di ruang perawatan anak, perawatan orang dewasa dan ruang instalasi gawat darurat. Mengingat wabah difteri mudah menular, terutama pada usia anak-anak.
             “Saat ini tidak ada pasien yang dirawat, untuk bulan kemarin ada pasien difteri asal jepara yang dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi dengan kondisi mengalami sesak nafas dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck”, ujarnya.
           Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menetapkan status kejadian luar biasa di 20 provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Jawa Tengah. Penyakit difteri memiliki gejala demam tidak tinggi, dengan diawali flu, kemudian mengalami sesak nafas dan munculnya selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan.
             “Pihak Kementerian Kesehatan  juga mengunjungi pasien tersebut, karena juga ada kasus serupa di Ambarwa Kabupaten Semarang dan kabupaten Tegal”, tambahnya.
            Penderita difteri juga akan merasakan sakit waktu menelan,  kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika toksin atau racunnya mengenai jantung, ginjal dan sistem syaraf. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here