Home Headline Waspada!!! Penipuan Bermodus Agen Pulsa

Waspada!!! Penipuan Bermodus Agen Pulsa

Gajahmungkur-20150803-01113
Semarang, 3/7 (BeritaJateng.net) – Terdesak kebutuhan ekonomi, seorang pemuda bernama Andre Santoso (27), warga Sapta Marga III RT 5 RW 9 Semarang Barat, nekat melakukan penipuan kepada belasan penjual pulsa.

Penipuan yang dilakukan yakni dengan modus menawarkan saldo pulsa dengan hadiah-hadiah menarik.

Kepada polisi Andre mengaku aksi penipuan ini sudah dilakukan sejak 10 bulan karena terdesak kebutuhan akan istrinya yang sedang hamil 7 bulan.

“Saya sudah beraksi sejak November 2014 sampai Juli 2015. Dari 10 bulan itu sudah ada 15 korban,” katanya saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin (3/8).

Andre menambahkan sejak dari situlah merasa tidak mencukupi kebutuhan terpikir untuk menjadi sales pulsa dengan cara menyebar brosur ke beberapa penjual pulsa dan mengaku karyawan perusahaan distributor pulsa, PT Jala Kencana. 

“Saya ngaku dari karyawan Distributor pulsa PT Jala Kencana. Kalau tidak ya mana percaya,” ungkapnya. 

Dari situ kemudian mendatangi lagi penjual pulsa yang mendapatkan brosur dan ternyata banyak yang berminat. Korban kemudian melakukan pemesanan pulsa untuk saldo ke tersangka. Nominalnya mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 1,3 juta.

“Biar korban percaya, tersangka (Andre-Red) buatkan nota dan mengirimkan saldo sebesar Rp 5 ribu kepada korban dengan alasan untuk mencoba, sedangkan sisanya akan dikirimkan nanti,” jelasnya.

Penipuan baru diketahui korban ketika saldo pulsa mereka tidak bertambah dan tersangka tidak bisa dihubungi.

Satu persatu korban kemudian melaporkan ke polisi. Dari informasi yang diperoleh, pelaku ditangkap polisi dan calon korbannya saat akan melancarkan aksinya di konter handphone di daerah Meteseh Semarang.

“Tersangka ketangkap di konter Meteseh tanggal 13 Juli,” tuturnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengungkapkan tertangkapnya tersangka penipuan yang dilakukan dari hasil laporan warga. Warga mengeluhkan adanya pelaku penipuan dengan modus menawarkan pulsa dengan mengiming-imingi hadiah.

“Jadi tersangka selalu menawarkan (saldo) pulsa elektronik dengan iming-iming bonus handphone dan etalase,” katanya.

Terkait tersangka yakni penipuan pegawai Dishub, yang bersangkutan memang sempat bekerja sebagai pegawai honorer di PT KAI. Saat ditangkap, kebetulan ia memakai baju bekas seragamnya dulu di PT KAI.

“Jadi bukan penipuan terkait Dishub. Hanya saja polisi menegaskan pelaku tidak menggunakan baju seragam itu untuk modus penipuan,” tandasnya.

Hingga saat ini sudah ada lima korban yang melaporkan ke polisi dengan total kerugian Rp 5,5 juta dan kemungkinan masih akan terus bertambah.

Barang bukti yang diamankan adalah brosur-brosur dan sejumlah nota. Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(BJ04)