Home Lintas Jateng Waspada Musim Hujan, Pemprov Harus Antisipasi Bencana

Waspada Musim Hujan, Pemprov Harus Antisipasi Bencana

Sekretaris Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah Ngainirrichardl, S.HI

Semarang, 29/12 (Beritajateng.net) – Musibah tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara harus menjadi pelajaran berharga bagi semua elemen masyarakat khususnya Pemprov Jateng. Pemerintah harus mengantisipasi bencana serupa di tempat lain mengingat hujan akan terus terjadi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Januari dan Pebruari mendatang.

Jawa Tengah memiliki kondisi geografis yang bisa dikategorikan sebagai daerah rawan bencana baik tanah longsor maupun banjir. “Hujan yang biasanya mencapai puncak pada bulan Januari dan Pebruari bisa memicu bencana baik longsor maupun banjir. Pemprov harus antisipasi ini,” ungkap Sekretaris Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah Ngainirrichardl, S.HI kepada beritajateng, Senin (19/12), di Gd Berlian DPRD Jateng.

Banyaknya daerah rawan bencana ini membuat Jawa Tengah dikenal dengan sebutan Supermarket Bencana. Oleh karena itu harus diantisipasi dengan melakukan program program riil agar musibah serupa tidak terjadi lagi.

Beberapa hal yang harus dilakukan antara lain memperketat pelaksanaan penambangan galian c yang dilakukan oleh masyarakat. Karena dampaknya sangat buruk terhadap kerusakan lingkungan.

Selain itu, tambah pria yang sering dipanggil Richard ini, harus dilakukan pengecekan gorong gorong, saluran maupun pendangkalan sungai yang banyak terjadi di perkotaan. “Sekitar terminal bis Kudus rawan banjir apalagi jalan didepannya baru saja ditinggikan. Ini harus diwaspadai,” jelasnya.

Lebih lanjut Anggota Komisi D ini mengatakan, pendidikan mitigasi bencana kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana juga tidak kalah penting. Masyarakat harus diberi pemahaman apa saja yang harus dilakukan kalau terjadi bencana. Kecenderungan yang terjadi, tambah Richard, masyarakat malah menyelamatkan harta benda seperti televisi atau yang lain bukan malah menyelamatkan dokumen penting seperti sertifikat, ijazah atau semacamnya.

Hal lain yang disoroti Richard adalah alih fungsi lahan hutan yang banyak dilakukan menjadi perkebunan atau perumahan dengan menghilangkan tanaman keras yang selama ini berfungsi mengikat tanah agar tidak mudah longsor.

“Tanah pegunungan memang subur tapi fungsi hutan sebagai pengikat tanah harus tetap dipertahankan. Kasus longsor Banjarnegara harus jadi pelajaran,” pungkasnya.(BJ012)

Advertisements