Home Headline Waspada, Media Abal Abal Tumbuh Subur Jelang Pileg dan Pilpres

Waspada, Media Abal Abal Tumbuh Subur Jelang Pileg dan Pilpres

1000
0

SEMARANG, 31/10 (Beritajateng.net) – Ketua Dewan Pers Josep Stanley Adi Prasetyo mensinyalir jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 media online abal abal yang beritanya tidak bisa dipertanggungjawabkan akan tumbuh subur. Masyarakat diminta cermat dan bisa membedakan media yang menyuguhkan karya jurnalistik dan yang bukan karya jurnalistik.

Media media abal abal cenderung menyebarkan berita bohong dengan konten konten hoax dan propaganda untuk kepentingan pihak pihak tertentu yang dikawatirkan bisa memecah belah kerukunan dan persatuan bangsa.

“Jelang Pileg dan Pilpres ini mulai banyak bermunculan media abal abal dengan konten hoax. Kondisi seperti ini juga banyak ditemukan jelang Pilpres 2014 yang lalu,” ungkap Stanley dalam Lokakarya Media SKK migas dan KKKS Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) yang dihadiri 40 pimpinan media se Jateng dan Jatim yang berlangsung di Hotel Po, Jalan Pemuda Semarang, (31/10).

Mencermati kondisi tersebut, Stanley minta kepada media media masa mainstream dan media baru agar ikut memerangi hoax agar tidak semakin meresahkan masyarakat. Stanley mencontohkan, baru baru ini muncul berita mengenai seorang bayi yang dikatakan selamat dari musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

“Ini kan keterlaluan, foto bayi selamat masih menggunakan pelampung dikatakan dari musibah Lion Air padahal itu foto dari musibah di Selayar beberapa waktu yang lalu,” contoh Stanley.

Menanggapi media abal-abal, Dewan Pers berencana membentuk satgas media untuk melakukan verifikasi dan penindakan terhadap media abal-abal yang kerap mengaku sebagai pers, namun konten berita yang disuguhkan hoax dan tidak untuk itikad baik.

Sementara itu Sekda Jateng Sri Puryono yang hadir dan membuka lokakarya mengharapkan agar media bisa menjadi mitra pemerintah dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat dalam segala hal terutama pelaksanaan pembangunan terlebih bidang energi minyak dan gas bumi yang saat ini gencar dilakukan pemerintah.

“Media memiliki peran penting dalam menginformasikan pembangunan bidang energi yang gencar dilakukan pemerintah,” katanya.

Menurut Sri Puryono, Jawa Tengah saat ini memiliki potensi yang cukup besar dalam mengembangkan energi baru di bidang panas bumi dan akan digarap secara masif di masa yang akan datang.

“Kami memiliki banyak sumber energi panas bumi. Yang sudah dikembangkan saat ini baru yang ada di Dieng Wonosobo,” jelasnya.

Lokakarya media yang diadakan selama dua hari pada tanggal 30 dan 31 Oktober ini menjadi agenda rutin tahunan yang difasilitasi oleh SKK migas dan KKKS Jabanusa. Selain lokakarya, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan CSR SKK Migas kepada UMKM Kampung Nelayan di kawasan Semarang Utara.

(NK)