Home News Update Waspada, Marak Black Campaign Lewat SMS Sudutkan Paslon Wanita

Waspada, Marak Black Campaign Lewat SMS Sudutkan Paslon Wanita

Semarang, 17/11 (BeritaJateng.net) – Suhu politik di Kota Semarang kian memanas menjelang hari pencoblosan pemilihan Walikota Semarang yang jatuh pada tanggal 9 Desember mendatang. Hal ini terlihat dari meningkatnya praktik kampanye hitam yang tak henti-hentinya menghantam pasangan calon walikota petahana dan wakil walikota nomor urut 2, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Pasca dirusaknya alat peraga kampanye milik pasangan calon nomor urut 2 di sejumlah wilayah di Kota Semarang, kini warga Semarang diramaikan dengan kiriman SMS berantai untuk menyudutkan kaum wanita.

Isi pesan SMS tersebut yaitu menghasut masyarakat untuk tidak memilih pemimpin perempuan karena selama ini perempuan dianggap hanya sebagai kanca wingking. Dalam pesan itu juga disebutkan bila selama ini Kota Semarang tidak punya sejarah dipimpin oleh seorang perempuan, sehingga harus memilih pria yang direstui oleh partai islam.

Menurut Pakar Politik Universitas Diponegoro, Teguh Yuwono, Black campaign itu terjadi karena kandidat pasangan calon yang diserang itu diyakini merupakan paslon yang kuat sehingga tidak ada pilihan untuk menjatuhkan kandidat itu.

IMG_0287-1
SMS berisi black campaign yang menyudutkan salah satu paslon ini beredar di masyarakat

“Jika tidak bisa dikalahkan dengan cara rasional dan akal sehat, maka pilihannya akal bulus atau black campaign itu,” kata Teguh saat dihubungi BeritaJateng.net, Selasa (17/15).

Hendrar Prihadi ketika ditanya pedapatnya ketika ditemui saat mengikuti pengajian di PP Raudhatul Qur’an Annasimiyyah asuhan KH. Hanif Isma’il Lc di Puspanjolo, Semarang, dini hari (17/11) bersama KH. Munif Muhammad Zuhri bereaksi santai terhadap kampanye hitam tersebut sambil tersenyum.

Hendi juga memohon maaf kepada seluruh wanita di Semarang yang ikut tersakiti akibat kampanye hitam terhadap dirinya tersebut. “Yang pasti ini menambah keyakinan saya dan mbak Ita untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender di Kota Semarang,” tegasnya.

Di tempat berbeda, kyai kharismatik Semarang, KH Ahmad Haris Shodaqoh, mengatakan dengan tegas pendapat yang menyudutkan wanita. “Tidak ada fatwa semacam itu,” ujarnya.

Untuk itu, Lanjutnya, argumen yang mengatakan wanita tidak pantas memimpin menurut Islam adalah tidak dibenarkan.

“Kalau memang sudah memperoleh amanat dari rakyat, maka itu sama halnya dengan mempercayakan tanggung jawab memimpin suatu daerah di bahu pemimpin tersebut, termasuk jika itu pemimpin perempuan,” tambah Kyai pengasuh Ponpes Al-Itqon tersebut. (Bj05)