Home Headline Waspada ! Karanganyar Masuk Zona Merah

Waspada ! Karanganyar Masuk Zona Merah

BPBD

Karanganyar, 13/1 (BeritaJateng.net) – Memasuki musim penghujan, masyarakat di wilayah Karanganyar, khususnya yang ada di wilayah rentan terjadinya tanah longsor diminta untuk lebih waspada.

Secara demografis wilayah Karanganyar yang berada di lereng lereng Gunung Lawu ini harus selalu waspada dan siaga terhadap bencana alam. Ada sekitar delapan wilayah yang masuk zona merah rawan longsor yaitu Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo dan Kecamatan Jenawi.

Sebagian wilayah lagi berada di sepanjang tepian Bengawan Solo yang setiap musim hujan bisa dipastikan airnya akan meluap dan merendam pemukiman warga.

Wilayah yang rawan terjadi banjir ada di Desa Ngringo dan Desa Sroyo untuk Kecamatan Jaten, Desa Kemiri dan Desa Waru untuk Kecamatan Kebakkramat, serta Desa Tlagan dan Desa Karangturi untuk Kecamatan Gondangrejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah bersiaga dengan membuka layanan aduan masyarakat selama 24 jam nonstop untuk memantau terjadinya bencana alam di wilayahnya.

Kepala Pelaksana Harian (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru, memastikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang untuk mengetahui informasi cuaca di Karanganyar dan sekitarnya.

“Kita juga sudah memetakan wilayah di Kabupaten Karanganyar yang rawan terjadi bencana. Baik berupa tanah longsor, banjir, maupun puting beliung. Dengan mendatangkan ahlinya untuk mengetahui kondisi wilayah tersebut,” jelasnya Selasa (13/1).

Kerja sama dengan ahli dari Pusat Studi Bencana (PSB) UGM, PSB UNS agar memetakan lokasi rawan bencana tersebut untuk mengetahui peta kedalaman dilakukan oleh ahlinya (UGM,UNS) sedangkan untuk pemetaan luar bekerjasama dengan Pusdiktop (Pusat Pendidikan Topografi).

Hasilnya 14 desa yang tersebar dalam delapan kecamatan yang paling rawan bencana longsor. Ada beberapa desa yang cukup berbahaya terkena longsoran, terutama di dusun Guyon, desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu.

“Lokasi tersebut berada di lereng-lereng bukit dengan kemiringan yang cukup curam. Bahkan terjadi keamblesan tanah sedalam 20 meter dan itu masih bergerak sampai sekarang,” terangnya.

Saat ini wilayah tersebut terus dalam pantauan, terlebih lagi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan lebih dari dua jam.

Dan yang paling mengkhawatirkan ungkap Heru, di bawah lokasi tanah yang ambles tersebut ada 127 KK dengan total 279 jiwa yang tinggal di lokasi tersebut dan dalam kondisi terancam jiwanya.

Selain wilayah Guyon, lokasi lain di Karanganyar yang juga mendapatkan pengawasan serius adalah desa Koripan, Matesih. Ada dua dusun yang rumah warganya sudah mengalami retak-retak. Jumlahnya ada 176 rumah.

“Itu tandanya ada keretakan tanah di bawahnya,” terangnya.

Bahkan ada juga satu dusun di wilayah Plosorejo, Kecamatan Kerjo. Di lokasi tersebut ada dua bukit, dan antara bukit tersebut ada retakan dan ditengahnya ada pemukiman penduduk. (BJ24)