Home Headline Waspada!! Bayi 2 Bulan Alami Pendarahan Otak Akibat Dipijat Dukun Bayi

Waspada!! Bayi 2 Bulan Alami Pendarahan Otak Akibat Dipijat Dukun Bayi

234
0
Waspada!! Bayi 2 Bulan Alami Pendarahan Otak Akibat Dipijat Dukun Bayi
        REMBANG, 18/10 (BeritaJateng.net) – Nasib naas dialami Muhammad Kenzo Jayendra, bayi berusia dua bulan asal Dukuh Grabag, Desa Sridadi, Kecamatan Rembang kota, harus mengalami pendarahan otak akibat sering dipijat oleh dukun pijat.
         Akibat pendarahan tersebut, bayi mungil tersebut harus menjalani operasi kelainan otak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi kota Semarang.
           Sering menangis, itulah yang saat ini dilakukan Muhammad Kenzo Jayendra pasca menjalani operasi otak di tempurung kanannya di rumah sakit umum pusat Kariadi (12/9/2017).
          Bayi pasangan Ahmad Agus (30) dan Mas’udah (26) warga dukuh Grabag, desa Sridadi, kecamatan Rembang kota ini sebelumnya didiagnosa oleh tim dokter rumah sakit Dr. Soetrasno Rembang mengalami pendarahan di otaknya.
          Dokter menyebut pendarahan terjadi akibat sering dipijat oleh dukun pijat. “Diagnosa dokter katanya sering dipijat dukun bayi,” ujar Ahmad Agus ayah bayi di rumahnya Rabu (18/10/2017).
          Menurut Agus, anak pertamanya tersebut sebelumnya lahir dengan kondisi normal. Tidak ada yang aneh dari kondisi anaknya tersebut. Namun keanehan baru terjadi setelah 29 hari bayinya rutin menjalani pijat di dukun bayi desa.
         Pada saat itu, anaknya mengalami muntah yang keluar dari mulut dan hidung. Khawatir akan kondisi bayinya, dirinya kemudian membawanya ke rumah sakit umum Dr Soetrasno Rembang. Alangkah kagetnya dirinya saat pihak dokter mendiagnosa bayinya mengalami pendarahan di otaknya.
       “Dipijatnya setiap pagi dan sore, waktu itu baik-baik saja. Memang disini setiap ada bayi yang baru lahir dipijat ke dukun bayi, itu sudah tradisi. Dan selama ini baik-baik saja. Mungkin ini sudah nasib anak kami,” ungkapnya lirih.
           Kini pasca menjalani operasi di rumah sakit umum pusat dr. Kariadi Semarang pada (12/9/2017) lalu, kondisi anaknya sudah mulai membaik. Namun, buah hatinya tersebut masih harus menjalani kontrol sebulan sekali selama 2 tahun.
             Agus mengaku beruntung karena semua biaya operasi dan kontrol anaknya sudah terkover dalam BPJS kesehatan.
           Meski sudah membaik, namun untuk asupan makan anaknya masih berupa air susu ibu (ASI). Untuk makanan lainnya, anaknya belum bisa menerima. “Untuk makannya hanya asi” makanan lainnya kami belum berani,” ujar Agus.
           Agus mengaku tidak akan meminta pertanggungjawaban kepada dukun bayi tersebut. Dia mengaku kejadian ini sebagai cobaan dari Tuhan bagi keluarganya. “Saya sudah bilang ke dukunnya, tidak usah merasa salah karena ini ketidaksengajaan. Toh banyak bayi yang dipijat dia juga tidak apa-apa,” pungkasnya.
(MN/EL)