Home Headline Warga Tolak Pembangunan Dermaga Jetty

Warga Tolak Pembangunan Dermaga Jetty

image

Jepara(17/4), beritajateng.net – Pembangunan dermaga jetty oleh pemilik hotel Ocean View yang berlokasi di pesisir Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, ditolak warga. Pasalnya, dari awal warga memang tidak sepakat dengan rencana pembangunan tersebut karena lebih banyak merugikan warga.

Petinggi Desa Tegal Sambi, Agus Santoso menerangkan, rencana pembangunan dermaga jetty tersebut sudah disampaikan kepada warga dan perangkat desa saat sosialisasi pertengahan tahun lalu. Warga dan perangkat menolak lantaran pesisir pantai Desa Tegal Sambi akan semakin sempit. Sehingga aktivitas warga untuk memanfaatkan pantai yang tersisa pun juga terganggu.

“Saat ini pantai yang ada di pesisir Desa Tegal Sambi tinggal 200 meter persegi. Jika dibangun dermaga, pantai bisa habis. Warga pun hampir dipastikan tidak akan bisa memanfaatkan pantai yang menurut aturan memang terbuka untuk publik tersebut,” tandasnya.

Meski ditolak warga, baru-baru ini rencana pembangunan dermaga tersebut akan dilakukan. Hal ini menyusul undangan yang diterima Petinggi Tegal Sambi untuk peletakan batu pertama pembangunan. Menurut Agus, pengelola hotel sudah menerima rekomendasi yang menjadi dasar perijinan pembangunan tersebut.

“Tapi saya tidak tahu itu rekomendasi dari siapa atau instansi mana. Padahal menurut aturan, pembangunan tersebut harus memiliki ijin lingkungan atau atas dasar kesepakatan dengan warga. Saya pun kaget tiba-tiba ada undangan untuk peletakan batu pertama pembangunan dermaga jetty. Perangkat desa jelas menolak,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, pengelola hotel juga tidak menjanjikan kontribusi apapun dari pembangunan dermaga tersebut. Baik berupa pembagian keuntungan (sharing profit), maupun dalam bentuk lainnya. Mereka hanya menawarkan uang Rp 1 juta untuk sejumlah perangkat tiap tahunnya.

“Untuk apa uang sekecil itu. Yang kami inginkan adalah pebagian keuntungan sehingga bisa digunakan untuk pembangunan di desa. Sebab pembangunan tersebut untuk kepentingan bisnis yang jelas menghasilkan keuntungan,” katanya.

Menurutnya, untuk saat ini saja keberadaan hotel tersebut sudah membuat kepentingan warga terganggu. Sebab warga yang awalnya bisa bebas memanfaatkan area pesisir yang ada, sekarang menjadi pekewuh. Sebab hotel menghadap ke laut.

“Apalagi jika dibangun dermaga jetty. Kepentingan warga yang terganggu tersebut selayaknya diganti dengan kontribusi yang layak,” pungkasnya.(bj18)

Advertisements