Home Headline Warga Tedunan Sesalkan Jamban Komunal Bermasalah 

Warga Tedunan Sesalkan Jamban Komunal Bermasalah 

255
Warga Tedunan Sesalkan Jamban Komunal Bermasalah 

Demak, 16/9 (BeritaJateng.net) -Proyek pekerjaan Jambanisasi komunal yang berada di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak diduga bermasalah, pasalnya pekerjaan pembuatan jamban yang diperuntukkan bagi warga masyarakat tidak sesuai dengan pengerjaannya yang seharusnya selesai tahun 2019 kemarin hingga tahun 2020 ini tak kunjung selesai bahkan pembuatan jamban tersebut terkesan asal – asalan.

Menurut salah seorang warga Tedunan, Sobirin mengatakan jika, pembuatan proyek jamban tersebut banyak kejanggalan yang terjadi mulai dari tidak adanya sosialisasi ke warga hingga tidak adanya transparansi terkait asal anggaran dan nominal nya.

“Kita warga  juga tidak dikasih tahu kalau ada proyek tersebut, tau-tau dibangun dan tidak ijin masyarakat sekitar,” cetus Sobirin.

Dirinya beserta warga Tedunan yang lain mengaku heran mengingat pembuatan jamban yang seharusnya bentuk fisik ditanam didalam tanah, namun bangunan tersebut berada di atas tanah hingga tidak bisa di fungsikan sebagaimana mestinya.

“Jamban itu seharusnya dibangun di dalam tanah tapi ini lain bangunan tersebut diatas tanah dibuat seperti bentuk persegi biasa, mana bisa closed warga bisa masuk di situ wong rumahnya lebih rendah dari bangunan jamban,” tegas Sobirin.

Sementara itu menurut Pimpinan pekerjaan Jambanisasi komunal Desa Tedunan Somhadi mengaku jika pekerjaan Jambanisasi komunal tersebut belum selesai hingga tahun 2020 bahkan proyek tersebut juga sempat berhenti dikarenakan faktor yang tidak jelas.

Dirinya mengaku jika proyek Jambanisasi tersebut berjumlah Lima titik dengan total biaya Rp 700 juta lebih. Hamabatan tak terduga menurut dirinya penyebab mundurnya pelaksanaan pengerjaan jamban tersebut.

“Proyek ini dari Perkim tahun anggaran 2019 totalnya biaya saya lupa yang jelas diatas 700 juta sempat berhenti pengerjaan karena banyak hal,” ucap Somhadi.

Sementara itu menurut Kepala Dinas  Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Demak Ahmad Sugiarto, dirinya akan melakukan peninjauan langsung kelapangan terkait adanya dugaan tersebut.

“Kita kroscek dulu dilapangan, seandainya benar dugaan tersebut maka  kita akan koordinasi dengan inspektorat untuk dilakukan audit terhadap pembangunan jamban komunal di Tedunan,” pungkas Ahmad Sugiarto. (BW/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 4 =