Home Headline Warga Tambaklorok Minta Kontraktor Perhatikan Akses Jalan

Warga Tambaklorok Minta Kontraktor Perhatikan Akses Jalan

289
Pengerjaan jalan di Tambaklorok

Semarang, 14/2 (BeritaJateng.net) – Warga RW 12 Tambaklorok meminta pembangunan jalan di Kampung Bahari Tambaklorok dipertimbangkan kembali. Pasalnya, jarak satu U-turn atau putar balik dengan U-turn yang lainnya dinilai sangat jauh.

Ketua RT 08 RW 12, Agus Salim mengatakan, warga Tambaklorok meminta pihak proyek membangunkan U-turn untuk setiap RW. Hal ini guna mempermudah akses warga jika dalam keadaan darurat.

“Contoh saja kalau membawa orang sakit harus mutar kejauhan. Kan kasihan,” ujarnya, Rabu.

Dikatakannya, jalan Kampung Bahari nantinya akan dibuat dua jalur. Jika jarak U-turn terlalu jauh, banyak warga yang bakal melawan arus. Hal ini tentunya sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan.

“Kalau belokannya terlalu jauh malah tidak nyaman. Otomatis banyak oramg yang nglawan arus,” katanya.

Dia menambahkan, terdapat empat RW di sepanjang jalan Kampung Bahari. Empat RW tersebut yaitu RW 12, 13, 14, dan 15. Pihaknya berharap ada putaran balik di setiap RW.

Selain meminta ada putaran balik setiap RW, warga juga meminta pembangunan segera rampung. Pasalnya, pembangunan yang tak kunjung selesai menyebabkan mobilisasi warga terganggu.

“Untuk keluar masuk motor dan mobil susah. Mobil-mobil akhirnya berhenti di luar dan mencari tempat parkir sendiri,” kata Mashadi, Ketua RT 6 RW 12 Tambaklorok.

Labih lanjut, dia mengatakan para warga khawatir jika memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat. Sebab, saat ini sedang marak terjadi pembakaran kendaraan.

“Proyek selesai lebih cepat, itu lebih baik. Segala sesuatu bisa berjalan dengan cepat,” imbuhnya.

Site Manager Pelaksana Proyek Kampung Bahari Tambaklorok, Peter Sidabutar menerangkan, pihaknya sudah memikirkan terkait U-turn yang dinilai terlalu jauh oleh warga.

“Awalnya konsep putaran balik ada tiga, di ujung depan, tengah di stasioning (sta) 450, dan di ujung belakang,” papar Peter.

Lantaran hal ini dinilai terlalu jauh, pihaknya sudah mengubah konsep dengan menambah satu U-turn yakni di sta 225 tepatnya di depan Masjid yang berada di Tambaklorok.

“Biasanya keramaian di depan masjid. Jadi, kami buat di situ. Nanti ada empat putaran balik yaitu di ujung depan, ujung belakang, dan dua di tengah,” jelasnya.

Dia yakin dengan empat putaran tersebut, jarak putaran balik yang satu dengan yang lain tidak terlalu jauh.

Dia menambahkan, konsep jalan dibuat poros kanan dan kiri masing-masing selebar lima meter. Adapun median jalan selebar delapan meter. Median jalan tersebut akan digunakan sebagai tempat pejalan kaki dan shelter untuk berjualan.  “Median jalan kami fasilitasi dengan kios dan los. Selain itu, juga ada front gate, ada grand plaza, dan back gate di Kampung Bahari,” bebernya.

Terkait pembangunan yang belum kunjung usai, dia membeberkan, pihaknya masih terkendala pembebasan lahan. Masih terdapat delapan lahan yang belum bebas. Saat ini, dua lahan sudah dalam proses pembayaran sementara lahan lainnya masih dalam proses hukum.

Sebenarnya, pihaknya menginginkan pembebasan lahan segera selesai sehingga pembangunan dapat terus berjalan.

“Kami juga inginnya pembangunan cepat selesai. Kalau molor kami yang akan rugi,” tandasnya. Dia menargetkan, Maret 2019 pembangunan Kampung Bahari akan rapung. (El)