Home Lintas Jateng Warga Sembongin Mengais Air Sungai Kering

Warga Sembongin Mengais Air Sungai Kering

air bersih

BLORA, 5/11 (BeritaJateng.net) – Selasa (3/11) malam, hujan deras turun hampir di sebagian besar di Blora. Namun bukan berarti derita warga Blora yang kesulitan air bersih lantas usai. Karena baru hujan perdana sehingga dampak ketersediaan air belum ada, sehingga tetap saja sebagian besar warga di Blora masih kesulitan air bersih. Droping air dari banyak pihak ke sejumlah desa di Blora masih tetap saja dinanti.

Adalah warga di Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo, yang tetap saja kesulitan air bersih.

”Sudah dua bulan ini, warga kesulitan air bersih sehingga selama ini andalannya adalah droping air dari berbagai pihak,” ungkap Dasir salah seorang warga setempat.

Jika tidak ada droping, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari warga Sembongin membuat belik (sumur kecil) di dasar sungai Lusi, yang airnya sudah mengering. Dari pantauan, sedikitnya ada 25 belik yang ada di dasar Sungai Lusi yang dibuat warga.

Dari belik-belik itulah, warga sehari-hari mengambil air. Karena untuk menuju dasar sungai medannya cukup terjal, sehingga dalam sehari warga maksimal hanya bisa mengambil dua pikul air.

Kades Sembongin, Muntoha menjelaskan, kesulitan warganya untuk mendapatkan air bersih,merupakan penderitaan tahunan. Artinya di setiap musim kemarau tiba, seluruh warga Desa Sembungin akan bergelut dengan sulitnya mendapatkan air bersih.

Dijelaskan Kades Muntoha, di setiap musim kemarau air merupakan barang berharga bagi warga Sembungin. Dimana disaat puncak-puncaknya musim kemarau, pembuatan belik di dasar sungai merupakan andalan warga untuk mendapatkan air bersih.

”Disini itu untuk mencari air bukan saja untuk memenuhi orang saja, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan minum ternak sapi, karena kebanyakan warga Sembungin memelihara ternak sapi,” jelas Muntoha.

Disinggung soal droping air ? Dikemukakan, selama ini sudah banyak bantuan air dari banyak pihak. Hanya saja jumlah droping dengan kebutuhan warga sangat tidak seimbang, sehingga tetap saja warga Sembungin kesulitan air.

Baru-baru ini, Universitas Muria Kudus (UMK) dan Harian Suara Merdeka serta jajaran Kodim 0721/Blora juga malkukan droping air bersih di Desa Sembongin. Danramil Banjarejo, Kapten Inf. Sukemi, menjelaskan, dari 20 desa yang ada di wilayah Kecamatan Banjarejo, sengaja dipilih Desa Sembungi karena tingkat kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih tergolong parah.

”Kami sengaja memilih Desa Sembungin karena tingkat kesulitan warga akan air bersih tergolong parah. Mudah-mudahan dengan bantuan air bersih ini bisa sedikit membantu warga Desa Sembongin yang sedang kesulitan air,” jelas Danramil Kapten Sukemi.

Di kesempatan itu, hadir dari UMK Wakli Rektor, Drs H Moh, Syafe’i Mpd. Sementara dari Kodim Blora, mewakili Dandim Letkol Inf. Ariful Mutaqin, tampak hadir sendiri Danramil 03/Banjarejo, Kapten Inf. Sukemi.

Tampak ratusan warga antusias dengan adanya bantuan air bersih itu. Tua muda, laki-laki,perempuan, saling berebut air.

”Maturnuwun Pak, wonten mriki toya sampun angel sakestu (termakasih Pak. Disini air sudah sulit sekali -Red),” ungkap beberapa warga Sembongin.

Atas nama warga, Kades Muntoha mengucapkan banyak terimakasih. ”Terimakasih sekali dengan adanya TNI yang bekerjasama dengan UMK dan Suara merdeka yang mau peduli droping air ke desa kami,” ungkapnya. (BJ)