Home Headline Warga Semarang Diajari Investigasi Pemilu

Warga Semarang Diajari Investigasi Pemilu

Simulasi investigasi kecurangan dalam pemilu oleh Bawaslu RI
Simulasi investigasi kecurangan dalam pemilu oleh Bawaslu RI
Simulasi investigasi kecurangan dalam pemilu oleh Bawaslu RI

– Awasi Pilkada Serentak di Kota Semarang

Semarang, 14/6 (BeritaJateng.net) – Pimpinan Bawaslu RI, Endang Wihdatiningtyas menyatakan bahwa masyarakat sangat berperan dalam pengawasan partisipasif dalam pilkada serentak yang akan berlangsung 9 Desember mendatang.

“Untuk mengantisipasi kecurangan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) RI menggelar pelatihan investigasi, salah satunya dilakukan bagi warga Semarang,” kata Endang.

Hal tersebut disampaikan Endang dalam kegiatan bertajuk “Sosialisasi Tatap Muka kepada Setakeholder dan Masyarakat dalam Rangka Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota 2015” itu di gelar di Pusdiklat BKK Jateng, Semarang, Minggu (14/6).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut tiga pimpinan Bawaslu Jateng, yaitu Ketua Bawaslu Abhan SH dan kedua anggota Teguh Purnomo dan Juhana.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa acara ini merupakan program  Bawaslu Pusat dalam rangka memberikan pemahaman tentang pemilu. Kenapa pengawasan diperlukan? Karena pemilu itu suatu kompetisi. Dalam konpetisi itu rentan pelanggaran.

Sementara itu, keberhasilan pilkada itu tak semata-mata hasil atau ujung pemilihan, tapi juga prosesnya.

Sosialisasi ini, kata dia,  dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pilkada serentak. Dengan demikian, jika banyak yang mengawasi peserta pilkada berpikir ulang jika melakukan pelanggaran.

“Kegiatan ini merupakan model baru,” katanya.

Masyarakat, kata dia, tidak hanya mengetahui “kulit arinya”. Sebab, mereka dibekali  materi audit investigasi sehingga jika melaporkan adanya pelanggaran sudah  memenuhi syarat formil dan materil. Dengan demikian sengketa itu tidak berlarut larut dan  tidak melebihi waktu yang ditentukan UU.

“Tidak berlebihan kami mempunyai harapan terhadap masyarakat untuk membantu pengawas untuk melakukan pengawasan,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan yang diikuti oleh Panwas Kota Semarang, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, unsur penyelenggara pemilu ini dibagi dalam tiga kelas, yakni kelas sosialisai, pengawasan, dan kelas penyelesaian sengketa. (Bj05)