Home Lintas Jateng Warga Merasa Lega Jembatan Gotong Royong Sendangguwo Dibangun

Warga Merasa Lega Jembatan Gotong Royong Sendangguwo Dibangun

Proses pengerjaan jembatan Sendangguwo.
Proses pengerjaan jembatan Sendangguwo.
Proses pengerjaan jembatan Sendangguwo.

Semarang, 17/9 (BeritaJateng.net) –Warga Kelurahan Sendangguwo kini merasa lega, pasalnya jalur yang sempat terputus akan segera dibangun jembatan Gotong Royong di wilayah RW 10 Kelurahan Sendangguwo Semarang oleh Dinas Bina Marga Kota Semarang.

Jembatan yang dibangun sejak 27 Juli 2015 dan direncanakan selesai pada 23 Desember 2015 atau sekitar (150 hari) dan jembatan tersebut rencananya akan dibeton dengan aspal hotmix.

Pada pembangunan jembatan tersebut memakan biaya anggaran proyek sebanyak Rp. 4,9 miliar. Selain pembuatan jembatan, juga akan dibangun talud dengan ukuran 786×4 meter, dan untuk penyedia barang dan jasa yakni CV. Subasumi Cipta Senawira.

Beberapa sejumlah warga Kelurahan Sendangguwo dan sekitarnya berharap pembangunan Jembatan Gotong Royong yang berada di wilayah RW 10 tersebut segera selesai. Sebab selama ini menurut warga, jembatan tersebut menjadi akses penting karena menghubungkan Sendangguwo dan Kelurahan Gayamsari.

Dalam pembangunan jembatan tersebut sebuah alat berat dikerahkan untuk meratakan area yang akan segera dibangun, dan para pekerja membuat jembatan bambu di samping jembatan, untuk anak-anak sekolah agar tidak jauh memutar jalan. Jembatan darurat tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki saja.

Warga RT 2 RW 10 Kelurahan Sendangguwo, Ubi Widiyanti, mengaku senang dengan adanya pembetonan di jembatan tersebut. Karena, selama ini Jembatan Gotong Royong sempit dan berlubang sehingga membahayakan bagi pengguna jembatan.

”Setiap hari bisa ratusan motor lalu lalang di jembatan ini dan dengan adanya perbaikan warga menyambut baik walaupun selama proyek itu berlangsung pengendara harus memutar lebih jauh,” tuturnya.

Selain itu, Yudi Wicaksono warga lainnya menjelaskan, sempat beberapa kali jembatan tersebut diperbaiki namun rusak lagi. Menurutnya dengan pembetonan jembatan itu membuat tingkat keamanan warga dan pengendara yang melintas menjadi lebih baik.

Ia menerangkan, jika hujan turun dapt mengakibatkan ketinggian air sungai tinggal satu meter menyentuh lantai jembatan.

”Arus sungai yang deras tentu saja sangat membahayakan. Sehingga saat turun hujan membuat warga terpaksa mengambil jalan lain, yang melewati jalan Kedungmundu atau memutar melewati jalan Mrican,” terangnya.(BJ06)