Home Headline Warga Kab Semarang Bagian Selatan Dambakan Rumah Sakit

Warga Kab Semarang Bagian Selatan Dambakan Rumah Sakit

358

UNGARAN, 7/7 (Beritajateng.net) – Masyarakat Kabupaten Semarang Bagian Selatan yang terdiri dari beberapa kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali menginginkan berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan warga di wilayah tersebut.

Kepala Desa Desa Bakakrejo Kecamatan Susukan Abdullah H.S mengungkapkan, RSUD Kab Semarang lokasinya berada di Ungaran yang jarak tempuhnya sangat jauh dari wilayah Kab. Semarang bagian Selatan misalnya Kecamatan Tengaran, Kecamatan Susukan dan Kecamatan Kaliwungu.

“Warga disini kalau mau berobat di RSUD Ungaran lokasinya sangat jauh,” ungkapnya dalam Silaturahmi Kepala Desa dan Tim Penggerak PKK Desa se Kecamatan Susukan dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah di Rumah Makan Joglo Ndelik Tengaran, Selasa (7/7).

Menurut Abdullah, akses Rumah Sakit terdekat justru milik daerah lain yakni RSUD Kota Salatiga dan RSUD Kab. Boyolali. Dengan kondisi tersebut warga memiliki kendala yakni tidak mendapat fasilitas pengobatan dari Pemkab Semarang.

“Fasilitas pengobatan dari pemkab Semarang tidak bisa dinikmati warga kalau dirawat di Kota Salatiga maupun Boyolali. Jadi warga tetap harus membayar beaya pengobatan,” bebernya.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan, Program pembangunan Rumah Sakit di Kab Semarang bagian Selatan sebetulnya sudah pernah direncanakan beberapa tahun yang lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Semarang. Namun karena ada persoalan tanah yang akan dibangun maka rencana tersebut belum bisa dilaksanakan sampai sekarang.

“Sebetulnya sudah pernah diprogramkan saat saya masih jadi Ketua DPRD Kab Semarang tapi terkendala persoalan tanahnya,” katanya.

Persoalan yang ada, jelas polistisi yang akrab disapa Krebo ini, yakni terkait dengan status dan harga tanah. Tanah yang akan didirikan bangunan merupakan tanah Bondho Deso. Disamping itu harga tanah tersebut dinilai masih terlalu tinggi sehingga muncul polemik di masyarakat.

“Tanah Bondho Deso harganya harus melalui tim appraisal. Polemik muncul setelah diketahui banyak orang yang bertindak sebagai broker untuk mencari keuntungan dari penjualan tanah tersebut,” jelasnya.

Guna mewujudkan keinginan masyarakat terkait pembangunan Rumah Sakit ini, Krebo menugaskan kepada Anggota Fraksi PDIP DPRD Kab. Semarang yang kebetulan mengikuti silaturahmi yakni Pujo Pramujito dan Gunawan untuk mencari solusi agar keinginan masyarakat tersebut dapat segera terealisasi.

“Kalau tanahnya sudah didapat nanti Pemprov Jateng akan membantu pembangunan gedungnya. Tentu saja sharing dengan anggaran dari APBD Kab. Semarang,” paparnya.

Silaturahmi Ketua DPRD Jateng dengan Kades dan Tim Penggerak PKK Desa se Kecamatan Susukan juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kab Semarang Muzayinul Arif, Camat Susukan dan Kepala UPTD Puskesmas Kec Susukan. Silaturahmi ini juga diisi dengan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) Jogo Tonggo Kit kepada Kepala Desa se Kecamatan Susukan.

(NK)