Home Headline Warga Bersyukur Terima Dana PIP

Warga Bersyukur Terima Dana PIP

UNGARAN, 20/9 (Beritajateng.net) – Warga Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kab Semarang menyampaikan rasa syukur atas diterimanya dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan oleh Anggota Komisi X DPR RI AS Sukawijaya. Dana PIP tersebut dirasakan sangat besar manfaatnya dalam menunjang Pendidikan anak anak terutama di masa pandemic Covid-19 saat ini.

Yusuf, salah satu warga penerima dana PIP mengatakan, di masa pandemic saat ini dirinya merasa sedikit kesulitan dalam mengais rejeki sehingga kebutuhan sekolah anaknya sangat terbantu dengan adanya dana PIP yang diterimanya.

“Saya bersyukur, PIP ini sangat membantu terutama di masa Covid ini,” ungkap Yusuf dalam sesi tanya jawab di Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Anggota DPR MPR RI AS Sukawi Jaya yang dilaksanakan di Balai Desa Nyatnyono Kec Ungaran Barat Kab Semarang Jawa Tengah, Minggu (20/9).

Namun demikian Yusuf mengharapkan agar jumlah penerima dana PIP di desanya bisa ditambah mengingat masih ada beberapa warga yang juga mengalami kesulitan dalam masalah ekonomi terutama dalam memenuhi kebutuhi ajar anak anaknya.

“Banyak warga desa sini yang juga membutuhkan. Saya minta kalua bisa ditambah agar penerimanya semakin banyak,” katanya.

Mendengar penuturan warga tersebut, Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini merasa senang karena usulan program PIP bisa terlaksana dan dinikmati oleh warga. Dia mengaku sempat was was, kawatir kalau dana PIP ini tidak berhasil dicairkan.

“Saya sempat was was takut kalau tidak berhasil dicairkan. Alhamdulillah sudah pada menerima, jadi saya pede ketemu mereka,” beber Yoyok.

Terkait besaran dana PIP, Yoyok menjelaskan berbeda antara satuan Pendidikan. Untuk tingkat Sekolah Dasar dan Paket A dana yang diterima setiap siswa penerima manfaat sebesar Rp. 450.000/tahun, tingkat SMP dan Kejar Paket B sebesar Rp. 750.000/tahun dan untuk tingkat SMA dan Paket C sebesar Rp. 1 juta/tahun.

“Dana PIP ini dapat digunakan untuk membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah atau kursus, uang saku dan biaya transportasi, biaya praktik tambahan serta biaya uji kompetensi,” jelasnya.

Materi Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan yang disampaikan pada kesempatan tersebut diberikan oleh Tim Ahli DPR RI Ali Masadi meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ali menjelaskan, tantangan penguatan kehidupan berbangsa yang pertama muncul dari faktor internal. Seperti masih lemahnya penghayatan dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat setiap harinya. Selain itu juga timbulnya fanatisme kedaerahan. Kurang berkembangnya dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan, tak berjalannya penegakan hukum secara optimal. Sementara dari faktor eksternal seperti pengaruh globalisasi dan kapitalisme.

“Maka, penguatan empat pilar kebangsaan ini mesti dilakukan secara kontinyu. Pancasila bukan hanya sebatas dihafal tapi diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu turut hadir anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang dari Partai Demokrat, Lily Sri Wachiduni.

Di sela-sela kegiatan sosialisasi, Ali Masadi melakukan tanya jawab seputar materi empat pilar kebangsaan. Sejumlah peserta diminta maju dan menjawab pertanyaan, seperti bunyi lima sila Pancasila atau BPUPKI. Kenyataannya, ada peserta yang tidak hafal Pancasila. Sementara bagi mereka yang berhasil menjawab pertanyaan diberi hadiah.

(NK)