Home Headline Warga Batang Minta Kades “Korup” Dipenjara

Warga Batang Minta Kades “Korup” Dipenjara

Puluhan warga beramai-ramai mendatangi Kejari Batang menuntut kadesnya dipenjara (FUH)
Puluhan warga beramai-ramai mendatangi Kejari Batang menuntut kadesnya dipenjara (FUH)

Batang, 11/11 (BeritaJateng.Net) – Puluhan warga berasal dari Desa Kalirejo Kecamatan Bawang, Batang menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, Selasa (11/11) siang.

Mereka merupakan warga pro-kontra Kades Muhidin yang terjerat kasus dugaan korupsi dana renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kemensos RI dan dana pendamping untuk tukang dari APBD Pemkab Batang dengan total senilai Rp 800 juta.

Salah satu warga yang kontra, Abul Karim (45) mengatakan, seharusnya ada 150 warga yang masing-masing mendapatkan bantuan Rp 10 juta untuk memperbaiki rumah. Namun hanya diberikan antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. “Sudah sepantasnya, Kades Muhidin dijebloskan ke penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang mendapatkan uang bantuan, Misati (40) mengatakan, dirinya hanya mendapatkan dana Rp 4,5 juta untuk membangun rumahnya berukuran 5X9 meter persegi. Dana itu berbentuk material bangunan berupa batako, pasir, semen, seng, besi, cat, ember, paku dan kawat.

“Saya juga bayar sendiri untuk tukangnya,” ungkap warga Dukuh Kalilito Desa Kalirejo Kecamatan Bawan itu.

Seorang warga yang berprofesi tukang, Khozin (41) mengatakan, saat mengerjakan rumah Misati, dirinya bersama dua orang kenek. “Saat itu saya dibayar sama pemilik rumah sendiri. Waktu itu Rp 750 ribu. Padahal ada dana pemerintah Rp 845 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, pendukung Kades Muhidin menolak memberikan keterangan. Mereka hanya mengaku sebagai simpatisan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Barang, Rohmadi mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan terkait penahanan terhadap tersangka.

“Penahanan itu wewenang kami. Kami kan tim, sehingga hasilnya nanti akan kami koordinasi dengan pimpinan, untuk dilakukan penahanan atau tidak. Pemeriksaan masih berlangsung. Tersangka didampingi pengacaranya,” kata Rohadi. (fuh/pri)

Advertisements