Home Lintas Jateng Warga Batang Dukung Percepatan PLTU

Warga Batang Dukung Percepatan PLTU

(ilustrasi PLTU)

Batang, 13/11 (BeritaJateng.Net) – Warga Kandeman dan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sepakat mendukung percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2×1.000 megawatt.

 

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Kamis (13/11), mengatakan para pemilik lahan di sekitar lokasi proyek PLTU mendukung keputusan pemerintah untuk melanjutkan dan mempercepat proyek ketenagalistrikan itu.

 

Masyarakat Batang, kata dia, juga memahami dan akan mengikuti langkah PLN dan lembaga pemerintah lainnya yang akan menggunakan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

 

“Keputusan pemerintah melanjutkan proyek PLTU memiliki arti penting bagi daerah setempat. Proyek ini akan bisa mendorong dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru daerah setempat,” katanya.

 

Kepala Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah Irwanto mengatakan sesuai UU Nomor 2 Tahun 2012, PLN dapat memaksa pemilik lahan menyerahkan tanahnya bagi pembangunan proyek PLTU.

 

Seandainya masyarakat belum menerima tawaran penggantian harga tanah, kata dia, hal itu tidak akan menghentikan pembangunan proyek PLTU dengan penyelesaiannya melalui pengadilan negeri.

 

“Nanti BPN akan menghitung kepastian luas lahannya bersama dengan pemilik lahan. Setelah itu penentuan harga akan dilakukan oleh tim appraisal independen sehingga harganya menjadi ‘fair’ dan adil,” katanya.

 

Ia mengatakan jika dalam proses selanjutnya tidak terjadi titik temu mengenai harga sesuai UU Nomor 2 Tahun 2012 maka PLN akan tetap memaksa menggunakan lahan milik warga dan penyelesaiannya dilakukan di pengadilan.

 

General Manager PLN Jateng-DIY Djoko R. Abumanan mengatakan pembangunan PLTU Batang bukan untuk kepentingan PLN melainkan masyarakat dan ekonomi Indonesia.

 

“Dengan adanya pasokan listrik dari Batang maka ekonomi akan berkembang, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Proyek ini untuk kepentingan masyarakat Batang sehingga kami ingin bersama warga setempat dapat segera membangun PLTU ini demi kepentingan semua pihak,” katanya.

 

Seorang warga setempat, Karnadi, mengatakan masyarakat memahami bahwa proyek itu penting bagi Kabupaten Batang. Oleh karena itu, dengan penerapan UU Nomor 2 Tahun 2012, untuk membebaskan sisa lahan PLTU akan memberikan kepastian bahwa proyek tersebut akan benar-benar terwujud.

 

“Kami melihat proyek PLTU ini memiliki dampak yang besar dan positif bagi ekonomi di Batang. Karena itu kepastian dari pemerintah untuk melanjutkan proyek ini sangat melegakan. Kami yakin masyarakat Batang akan mendukung langkah PLN ini, yang penting dilakukan secara transparan dan adil,” katanya. (ant/pri)