Home Hiburan Warga Antri Angpao di Klenteng Pasar Gede Solo

Warga Antri Angpao di Klenteng Pasar Gede Solo

kemeriahan Imlek

Solo, 19/2 (BeritaJateng.net) – Ratusan warga Thionghua memenuhi  Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede  Solo, sejak Rabu (18/2/2015) malam. Sampai siang ini juga warga khonghuchu masih terus berdatangan untuk bersembahyang.

Mereka bukan hanya berasal dari kota Solo saja bahkan ada yang berasal dari luar kota seperti Bekasi, Surabaya, Tasikmalaya  bahkan dari Menado.

Nampak warga keturunan mengantri di pintu masuk kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede Solo. Biasanya mereka akan berdoa seraya menyalakan lilin dan dupa agar tahun yang akan datang diberi kemudahan rejeki dan kebaikan.

Bagi warga keturunan waktu yang terbaik untuk berdoa tutup tahun dan doa pembuka tahun adalah saat  malam pergantian tahun, ditandai dengan bunyi lonceng dari klenteng. Dan sudah menjadi ritual turun temurun dari nenek moyang. 

Koordinator Kelenteng Tien Kok Sie, Budiono Tekgianto, tradisi imlek sebelum memulai berdoa dengan menyiram tangan dan kaki yang melambangkan kebersihan badan dan jiwa.

“Kemudian berdoa agar di tahun baru kedepannya segalanya menjadi lebih baik lagi,” terang Budiono di sela-sela prosesi sembahyang Kamis, (19/2/2015). 

Selama tahun baru imlek sampai dengan tanggal 15 (Cap Gomeh) lampion dan lilin berukuran besar akan terus dinyalakan di Kelenteng Tien Kok Sie

Sementara itu Ny. Tan Liam mengaku dirinya berasal dari Surabaya, kebetulan berkunjung di rumah anaknya yang berdomosili di Solo.

“Mau berdoa  pergantian tahun di Solo. Sekalian merasakan Imlek di Solo. Keluarga diboyong semua ke Solo,” akunya.

Sampai siang hari ini masih banyak masyarakat sekitar klenteng banyak yang masih  mengantri untuk mendapatkan angpau dari pengunjung yang memberikan sedekahnya sesudah berdoa di klenteng.   

Demi mencipakan kondisi khusyuk dan tenang bagi warga yang ingin bersembahyang, pintu masuk kelenteng terpaksa di tutup.

Sementara itu kemeriahan perayaan imlek di kota Solo semalam diwarnai dengan pesta lampion dan kembang api. Ribuan warga memadati pusat acara Pasar Gede dan Jl Jenderal Sudirman Solo. 

Hiburan barongsai juga di mainkan dari pihak Klenteng Tien Kok Sie dan Kostrad 413, Palur, Mojolaban, Sukoharjo disusul dengan pesta kembang api dari  halaman Kantor Balai Kota Solo itu berlangsung selama 35 menit.

Puncak acaranya ditutup dengan menerbangkan 100 lampion dari dalam kelenteng menandai di mulainya tahun baru China. (BJ24)

Advertisements