Home Headline Wapres : PLTU Batang Sejahterakan Masyarakat

Wapres : PLTU Batang Sejahterakan Masyarakat

Ilustrasi

Batang, 30/12 (Beritajateng.net)- Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga uap Kabupaten Batang akan mendorong terciptanya industri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat.

“Jika rakyat hanya mengandalkan mata pencaharian sebagai petani, buruh kecil, maupun nelayan maka sulit bagi masyarakat, terutama di Jawa meningkatkan penghasilannya,” kata Wapres Jusuf Kalla seperti dikutip Pimpinan PT Bhimasena Power Indonesia, Ari Wibowo, di Batang, Jawa Tengah, Selasa.

Di Jawa, kata dia, rata-rata satu keluarga hanya memiliki sepertiga hektare sawah sehingga jika satu hektare menghasilkan padi lima ton maka per musim tanam produksinya sekitar 1,5- 2 ton.

“Dengan harga gabah sekitar Rp5.000 per kilogram maka penghasilannya itu sekitar Rp15 juta. Jika penghasilan itu dipotong biaya produksi 50 persen atau Rp7, 5 juta berarti pendapatan petani hanya Rp800 ribu per bulan,” katanya.

Ia mengatakan dengan kondisi pendapatan sebanyak Rp800 ribu per bulan maka bagaimana warga akan memberikan kehidupan yang baik ke depan.

Listrik, kata dia, merupakan faktor krusial untuk mendorong perekonomian karena hal itu alam berhubungan dengan sektor infrastruktur, peran dan fungsi listrik tidak bisa digantikan.

“Sebagai contoh, bila jalan rusak bisa naik kereta api atau pesawat dan jika telepon rusak masih bisa menggunakan surat atau apapun. Akan tetapi jika listrik tidak ada, ekonomi tidak akan berjalan,” katanya.

Wapres mengatakan pembangunan PLTU Batang diharapkan industri tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta, Bekasi, ataupun Tangerang melainkan akan mendorong masuknya investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Batang.

“Selama ini setiap investor yang datang selalu menanyakan ketersediaan pasokan listrik dan akses jalan. Oleh karena itu, Kabupaten Batang sungguh sangat beruntung karena ada pengusaha yang mau menanamkan modalnya hingga 4 miliar dolar AS,” katanya.

Ia menambahkan penggunaan batubara pada proyek PLTU tidak perlu dikhawatirkan bakal menimbulkan percemaran karena prosesnya menggunakan teknologi “ultra supercritical” dari Jepang yang sudah teruji.

“Produk buatan China yang telah digunakan di berbagai PLTU, kualitasnya sangat baik. Tentunya produksi dan teknologi dari Jepang akan lebih bagus dan bisa lebih baik lagi,” katanya.(ant/Bj02)

Advertisements