Home Headline Wanita Pengedar dan Pengguna Sabu di Semarang Dibekuk Polisi

Wanita Pengedar dan Pengguna Sabu di Semarang Dibekuk Polisi

341
0
Wanita Pengedar dan Pengguna Sabu di Semarang Dibekuk Polisi
         Semarang, 14/1 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Sektor Genuk, Polrestabes Semarang berhasil mengamankan seorang wanita pengedar sabu. Wanita tersebut bernama Karmiyati warga Borobudur Semarang Barat ditangkap di tempat kos di Jl. Sri Kuncoro, Semarang Barat.
        Penangkapan ini dilakukan setelah Aparat Kepolisian meringkus rekan tersangka yang juga bertindak sebagai kurir sabu-sabu, Muhammad Irsad, 34, warga Dukuhan, Kalisari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, di Jl. Madukoro, Semarang Barat.
         Dari keterangan tersangka Muhammad Irsad, Polisi berhasil mengungkap peredaran sabu oleh tersangka Kasmiyati.
         “Tersangka Irsad mengaku mendapatkan barang dari tersangka Kasmiyati, kemudian anggota dilapangan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka dirumahnya,” ungkap Kapolsek Genuk Semarang Kompol Zaenul Arifin.
Wanita Pengedar dan Pengguna Sabu di Semarang Dibekuk Polisi
       Dari hasil penggeledahan di tempat kos Karmiyati didapati barang bukti sabu mencapai 50,39 gram.
       “Kami menangkap tersangka yang satunya di indekosnya. Saat itu, kami juga menemukan barang bukti berupa sabu-sabu yang sudah dipaketi dengan berat total mencapai 50,39 gram,” ujarnya.
         Sementara itu, Karmiyati mengaku baru empat bulan terakhir mengedarkan sabu-sabu. semua atas intruksi BG seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1A Semarang berinisial BG.
         BG biasanya menghubunginya untuk menentukan lokasi transaksi. Oleh tersangka Karmiyati, sabu tersebut dikemas kecil-kecil kemudian diedarkan dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus rokok. Paket sabu-sabu itu kemudian ditaruh di bawah pohon di pinggir jalan yang sudah disepakati dengan pembeli.
Wanita Pengedar dan Pengguna Sabu di Semarang Dibekuk Polisi
         “Semua atas perintah BG, mulai mengambil, kemudian mengemas dalam paket kecil. Untuk mengantar, saya tunggu perintah BG. Biasanya, paket saya masukkan ke dalam bungkus rokok dan ditaruh di bawah pohon,” ungkap Karmiyati.
         Karmiyati mengaku mengenal BG sejak beberapa tahun lalu. Keduanya bahkan sempat tinggal di indekos yang sama di Kalibanteng. Karmiyati mengaku dibayar Rp2 juta setiap kali mengambil dan mengedarkan sabu-sabu. Uang itu ia terima melalui rekening di bank.
        “Dulu kenal sama Pak BG waktu satu indekos di Kalibanteng, untuk setiap mengambil saya di kasih 2 juta. Hasil ini saya pakai buat makan dan bayar indekos,” imbuhnya.
         Atas perbuatan keduanya, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan telah mengedarkan narkoba. Keduanya kini masih ditahan di Mapolsek Genuk dan dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 ayat (1) UU No.39/2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here