Home Headline Walikota Semarang Minta Galakkan Razia Kos-kosan

Walikota Semarang Minta Galakkan Razia Kos-kosan

image

Semarang, 8/2 (BeritaJateng.net) – Maraknya penyalahgunaan kos – kosan di kota Semarang untuk pesta miras dan narkoba, mengundang keprihatinan semua pihak, termasuk Walikota Semarang. Usai mengikuti jalan sehat di Kecamatan Gayamsari pada Minggu, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meminta operasi yustisi rutin dilakukan terutama di kos – kosan. 

“Penyakit masyarakat harus dideteksi sejak dini. Saya sampaikan kepada lurah untuk ajak RT/RW kalau perlu libatkan satpol PP. Seperti di Gayamsari ini khan banyak kos – kosan. Harus pemeriksaan rutin seperti KTP dan juga masalah narkoba,” ujarnya.

Diketahui, baru – baru ini sejumlah kos – kosan di wilayah Gayamsari kerap digunakan sebagai pesta narkoba. Selain itu juga, para penghuninya kurang tertib seperti tidak memiliki identitas dan juga masih menggunakan identitas daerah asal padahal mereka sudah lama tinggal di kota Semarang.

Walikota menambahkan operasi yustisi bermanfaat bukan hanya untuk menertibkan KTP dan upaya pencegahan tindakan negatif lainnya, tetapi juga sebagai upaya pencegahan aksi terorisme. “Kadang kita baru sadar kalau ada teroris di sekitar kita. Makanya rutin pemeriksaan identitas penduduk penting sekali dilakukan,” kata Walikota yang akrab di sapa Hendi itu.

Hendi menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama – sama melakukan upaya pencegahan di lingkungan masing – masing. Sehingga tidak hanya menjadi tugas Satpol PP maupun pihak kecamatan saja.

Menanggapi instruksi Walikota tersebut, Camat Gayamsari Bambang Purnomo yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak – pihak terkait seperti Satpol PP, Dispendukcapil, LSM pegiat anti narkoba dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara itu lurah Gayamsari, Laily Widiyaningtyas menambahkan, selain di tingkat kelurahan sosialisasi anti narkoba juga dilakukan di sekolah – sekolah. Dengan harapan jika ada seorang pecandu narkoba tidak langsung dipolisikan tetapi dilakukan pendampingan sampai sembuh, tentunya kerjasama dengan BNN. “Selain itu kita juga kerjasama dengan ibu – ibu PKK. Kami beri mereka sosialisasi agar mereka tahu dulu tentang narkoba, bahayanya dan bagaimana pencegahannya,” tambahnya. (BJ05)