Walikota Semarang Luncurkan 25 Bus Pengganti BRT Koridor I

Walikota Semarang Hendrar Prihadi melaunching 25 bus BRT Semarang untuk peremajaan bus Koridor I jurusan Mangkang-Penggaron.

Semarang, 12/1 (BeritaJateng.net) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi meluncurkan 25 armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang untuk peremajaan Koridor I rute Mangkang-Penggaron.

Launching 25 Bus BRT Semarang untuk upgrade koridor I dilakukan di jalan Pemuda depan Balaikota Semarang. Walikota, wakil walikota Semarang serta muspida dan SKPD terkait juga menjajal bus baru dengan menaiki dan berkeliling sepanjang jalan Pemuda Semarang.

“Sebenarnya ada sekitar 65 bus bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi yang diberikan pada pada Pemkot Semarang di tahun 2016. Namun karena terjadi miskomunikasi terkait anggaran dokumen administrasi surat jalan sehingga belum bisa di optimalkan untuk peremajaan bus koridor I sekaligus pengaktifan koridor baru yakni koridor 5 dan 6,” ujar Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, Kamis (12/1).

Menurutnya, jumlah bus bantuan pemerintah pusat dan provinsi yang turun pada 2016 meliputi, bantuan 25 bus besar dan 25 bus medium dari pemerintah pusat, sedangkan dari pemerintah provinsi ada 8 bus besar dan 7 bus medium, dengan total seluruhnya 65 unit bus.

“Targetnya dulu (2016,Red), supaya bisa membuka koridor 5 dan 6. Tapi karena ada miskomunikasi antara pengelola BRT dan Dinas Perhubungan dengan alasan belum dianggarkan untuk pembiayaan dokumen administrasi surat jalan makanya ditunda. Tapi sekarang kita sudah rombak tatanan pengelolaan BRT, Kadishubnya kita ganti, pengelola kita ganti, manajemen kita ganti, harapannya dengan penyegaran ini ada lompatan besar pelayanan BRT secara maksimal,” imbuh orang nomor satu di Kota Semarang ini.

Sementara itu, Plt Dishub Tri Wibowo mengatakan jika animo masyarakat terhadap moda transportasi BRT masih sangat tinggi. “Ada sekitar 21ribu penumpang BRT setahun, artinya penggunaan BRT lambat laun bisa menggeser penggunaan kendaraan pribadu menjadi kendaraan transportasi umum yang banyak diminati,” ujarnya.

Menurutnya, komitmen Pemkot Semarang dalam membangun moda transportasi sangat nyata. Pemkot Semarang tidak hanya mengacu pada profit oriented semata, terbukti dengan diberlakukannya tarif BRT Rp. 3500 dan Rp. 1000 bagi pelajar. Tarif BRT Kota Semarang merupakan tarif paling murah di Indonesia. (EL)

Tulis Komentar Pertama