Home Lintas Jateng Walikota Semarang Ajak Muda-Mudi Teladani Kepahlawanan Wongsonegoro

Walikota Semarang Ajak Muda-Mudi Teladani Kepahlawanan Wongsonegoro

92
0
Wali Kota Semarang menyapa anak-anak usai ziarah ke Makam Ki Ageng Pandanaran di mugas dalam rangka HUT ke 470 Kota Semarang

Semarang, 11/10 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan KRMT Wongsonegoro.

“Kota Semarang ada hingga menjadi sekarang ini tidak lepas dari jasa-jasa dan perjuangan Beliau (KRMT Wongsonegoro),” katanya di Semarang.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu baru saja melakukan ziarah ke makam KRMT Wongsonegoro di Dukuh Jetis, Kelurahan Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Setiap peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yang terjadi Oktober 1945, jajaran Pemerintah Kota Semarang melakukan ziarah ke makam Gubernur pertama Jawa Tengah tersebut.

Jajaran forkompinda Kota Semarang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, veteran Pertempuran Lima Hari Semarang turut serta dalam kegiatan ziarah tersebut.

Tak ketinggalan, anak-anak dari tiga panti asuhan di Semarang, yakni Panti Asuhan Tanah Putih, Panti Asuhan Lil Alamin, dan Panti Asuhan Riyadlul Jannah juga ikut kegiatan ziarah.

Hendi mengingatkan nilai kepahlawanan Wongsonegoro tertulis jelas dalam tulisan di kompleks makam tersebut, yakni “Janma Luwih Hambuka Tunggal” yang berarti orang yang mempunyai kemampuan lebih akan selalu mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Kemudian, “Haruming Sabda Haruming Budi” yang artinya orang yang selalu bertutur kata baik dalam arti benar, menggambarkan pribadi orang berbudi luhur.

“Dari sini, mari mulai tanamkan sikap kesederhanaan, namun tetap tegas dalam mengambil keputusan. Selalu berbuat baik, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” katanya.

Kegiatan ziarah yang menjadi agenda tahunan itu, kata dia, janganlah sekadar dianggap sebagai seremoni, melainkan menjadi sarana introspeksi dan meneladani nilai-nilai perjuangan yang dipegang teguh Wongsonegoro.

Jadi, kata dia, melalui ziarah tersebut sepantasnya mendoakan agar amal ibadah dan perjuangan Wongsonegoro diterima Allah SWT, serta generasi penerusnya diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangannya.

“Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangan Beliau dalam rangka membangun Kota Semarang menjadi lebih baik dan semakin hebat,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Pramono Wongso Putranto yang merupakan perwakilan dari keluarga Wongsonegoro menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan ziarah yang menjadi agenda rutin Pemkot Semarang.

“Mudah-mudahan doa kita diijabahi oleh Allah SWT dan menjadi motivasi untuk meneruskan perjuangan Beliau,” katanya.

Kegiatan ziarah itu merupakan salah satu rangkaian peringatan Pertempuran Lima Hari Semarang yang puncak peringata rencananya digelar Sabtu (14/10) mendatang di kawasan Tugu Muda.

Pada puncak peringatan Pertempuran Lima Hari Semarang nanti, kawasan Tugu Muda akan ditutup untuk kendaraan bermotor. (Bj/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here