Home News Update Walikota Sambut Baik Advokat Bersatu

Walikota Sambut Baik Advokat Bersatu

Panitia Advokat Bersatu saat melakukan audiensi dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

SEMARANG, 10/8 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambut baik adanya wacana deklarasi advokat Jateng bersatu yang di gagas lima organisasi advokat di Jawa Tengah diantaranya, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI), Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI). Acara tersebut juga resmi akan dilangsungkan pada 17 Agustus 2016 di ruang Rama Shinta, Hotel Patrajasa, Kota Semarang.

Walikota yang akrab disapa Hendi tersebut juga berharap, kedepan advokat Jateng bersatu bisa turut serta memberikan penyuluhan hukum untuk masyarakat Kota Semarang. Selain itu, para advokat bisa memberikan masukan-masukan untuk penegakkan hukum agar benar-benar bisa berjalan lebih baik sesuai koridor undang-undang (UU).

“Saya menyambut baik dengan acara ini. Semoga dengan bersatunya advokat di Jateng bisa memberikan distribusi penegakkan hukum, kami berharap para advokat bersedia hadir memberikan bantuan untuk masyarakat kurang mampu secara cuma-cuma (gratis),” kata Hendi saat diaudiensi perwakilan panitia advokat Jateng bersatu di kediaman pribadinya Lempong Sari, Kota Semarang, Rabu (10/8/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Broto Hastono yang merupakan Ketua DPC Peradi Kota Semarang menyatakan, dengan adanya deklarasi tersebut nantinya akan membentuk konsorsium besar, bukan membentuk organisasi baru. Sehingga dalam prosesnya tetap berjalan sesuai masing-masing organisasi advokat.

“Jadi semua organisasi advokat menjadi satu kesatuan walau masing-masing memiliki bendera sendiri-sendiri,”kata Broto.

Wakil Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Jateng, Theodorus Yosep Parera menambhakan, dengan adanya deklarasi tersebut bukan berarti nantinya akan membentuk kepemimpinan tunggal melainkan tetap berjalan sesuai konsep presidium.

“Jadi pimpinan organisasi advokat yang sudah ada, tetap akan memimpin anggota organisasi advokat masing-masing. Deklarasi ini untuk menghindari perpecahan,” imbuh Yosep didampingi Eko Suparno.

Sementara itu, Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng, John Ricard Latuihamalo menyatakan, lets kill all the lawyer, seperti halnya ungkapan Napoleon Bonaparte dalam revolusi prancis, bisa menunjukan ketakutan yang besar akibat persatuan advokat, maka dipecah belah, bahkan harus dimusnahkan adalah keinginan seorang penguasa seperti Napoleon.

Namun demikian, John membayangkan jika advokat itu bersatu, jelas nantinya otoriter penguasa yang haus kekuasaan , diskresi yang ngawur, kewenangan yang memaksakan , kehancuran akan kemanusiaan bisa dilawan kalau ada kebersamaan.

“Di Jateng, embrio ini dimulai. Kerukunan, kerendahan hati dan kecintaan akan profesi advokat , membuat keinginan untuk membuat forum kebersamaan dalam Advokat Jateng Bersatu,” kata John usai audiensi dengan Walikota Semarang.

Dia juga menyatakan, kalau baju organisasi advokat boleh berbeda, namun daging dan darahnya adalah sama-sama Advokat. Maka dari itu, kerendahan hati, komunikasi dan saling menghormati bisa mewujudkan kesatuan.

“Kita mencoba untuk kebaikan tidaklah salah, membiarkan kehancuran dan pertikaian mungkin dibenarkan namun hati nurani tidak mengakuinya. Majulah Advokat Indonesia, sudah saatnya Advokat bersatu untuk melawan Napoleon-Napoleon modern di negara tercinta ini,” ungkapnya. (BJ)