Home Kesehatan Walikota: Jangan ada lagi kekerasan anak di Semarang

Walikota: Jangan ada lagi kekerasan anak di Semarang

3970
0
Pelepasan burung simbolis launching kantor PPT Seruni.

Semarang, 21/2 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mencegah agar jangan sampai ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.

“Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kerap terjadi karena perempuan dan anak rentan terdiskriminasi,” katanya, usai meresmikan Gedung Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang.

Sebagai lembaga yang berafiliasi dengan Pemerintah Kota Semarang, PPT Seruni fokus terhadap penanganan kasus kekerasan yang kerap menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai korban, termasuk kasus KDRT.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu berharap peran PPT Seruni Kota Semarang untuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat, termasuk korban agar kasus kekerasan tidak terjadi.

“Peran penting PPT Seruni di sini untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat agar kasus serupa yang menimpa perempuan dan anak tidak terus terjadi,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Ia mengatakan Kota Semarang telah meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) pada 2017 sebagai kategori Pratama, sebagaimana pernah diterima pada 2012, 2013, dan 2015 karena 2014 tidak ada penerimaan penghargaan.

“Pada 2016, Kota Semarang belum meraih penghargaan. Penghargaan yang diterima tahun lalu, salah satunya bukti komitmen di bidang perlindungan dengan dimilikinya lembaga PPT Seruni Semarang,” katanya.

Menurut dia, PPT Seruni berperan memberikan pendampingan kepada perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan mendorong munculnya peran serta, dan monitoring kasus korban kekerasan berbasis gender dan “traficking”.

Sekarang ini, kata dia, sudah ada pula lembaga pelayanan penanganan terpadu (LPPR) yang ada di enam kecamatan, yakni Kecamatan Banyumanik, Semarang Utara, Pedurungan, Semarang Barat, Semarang Timur, dan Gunungpati.

Tentunya, kata Hendi, Pemkot Semarang akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak secara lebih baik, terutama dalam pencegahan dan penanggulangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. (El)