Home Lintas Jateng Wali Kota Semarang minta polemik impor beras dihentikan

Wali Kota Semarang minta polemik impor beras dihentikan

755
Distribusi beras Bulog

Semarang, 17/1 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta masyarakat untuk tidak terus berpolemik terkait impor beras karena kondisi masing-masing daerah berbeda.

“Kalau akhirnya keputusan pemerintah pusat harus ada impor beras, pasti telah melalui pertimbangan yang sangat matang,” katanya yang juga politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkan Hendi usai berdialog dengan para perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Semarang yang berlangsung di Balai Kota Semarang.

Menurut dia, polemik mengenai impor beras justru rawan digunakan untuk menekan petani agar menguntungkan pihak-pihak tertentu, padahal kenyataannya tidak sebesar polemik yang muncul.

“Impor beras ini bagaikan dua sisi keping mata uang. Di satu sisi tentang kestabilan harga, di sisi lain tentang keuntungan petani. Melihatnya tidak bisa hanya dari satu sisi,” katanya.

Apalagi, kata mantan Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah itu, jika polemik terkait impor beras terus terjadi justru menekan petani.

“Terkait impor beras, kondisi di masing-masing daerah bisa berbeda. Tetapi, karena sudah menjadi isu nasional lalu seakan-akan dipukul rata di semua daerah dampaknya sama,” katanya.

Untuk Kota Semarang, ia menegaskan jika kondisi stok beras di wilayah yang dipimpinnya masih dalam kategori aman meski tidak menampik ada sedikit kenaikan harga di beberapa pasar.

“Namun, saya melihat jika tingkat kenaikannya (harga beras, red.) tidak signifikan dan masih terjangkau oleh masyarakat Kota Semarang,” kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Pasokan beras di Semarang, kata dia, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Jateng sehingga sampai hari ini pasokannya masih cukup dengan harga relatif stabil.

“Kalau bicara keseluruhan, petani selalu di pihak yang lemah. Mereka sudah berbulan-bulan menanam, kemudian panen dijual untungnya tidak seberapa. Kalau kemudian harga naik, justru jadi keuntungan bagi petani,” katanya.

Apalagi, Hendi mengatakan di Jateng kan sedang panen raya sehingga jangan sampai kemudian momentum ini tidak bisa dimanfaatkan maksimal untuk menyejahterakan masyarakat karena tertekan kekhawatiran-kekhawatiran.

“Jadi, saya pastikan hari ini bahwa pasokan beras cukup serta harganya relatif konstan dan stabil sehingga tidak perlu ikut berpolemik terkait kebijakan impor beras,” katanya. (Bj/El)