Wali Kota Semarang Minta Pengerjaan Sirkuit Balap Skala Nasional Dikebut

Wali Kota Semarang Minta Pengerjaan "Sport Centre" Dikebut

Semarang, 6/9 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pengerjaan proyek “sport centre” di kawasan Mijen, Semarang, yang berupa sirkuit balap dikebut.

“Saya tanya pengawas, progresnya masih minus. Makanya, saya ke sini,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi saat meninjau proyek pembangunan “sport centre” Mijen, Semarang.

Dalam tinjauannya, ia mendapatkan laporan progresnya ternyata minus lima persen karena kontraktor baru mengerjakan sekitar 10 persen dari yang ditargetkan sebesar 15 persen.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan pembangunan “sport centre” itu untuk memperkuat Kota Semarang sebagai tempat penyelenggaraan even-even berskala nasional dan internasional.

“Kami akan terus lakukan monitoring agar pembangunan (sport centre) rampung tepat waktu, salah satunya dengan penambahan alat-alat berat untuk mempercepat pengerjaan,” katanya.

Rencananya, kata dia, “sport centre” itu bisa digunakan untuk berbagai perlombaan automotif, seperti “drag race”, “slalom” yang dianggarkan senilai Rp135 miliar dalam dua tahun anggaran.

Pada tahun anggaran ini, diakuinya, pagu anggarannya baru Rp50 miliar untuk pengerjaan “cut and fill” (gali dan urug), serta pengaspalan dan pengerasan di beberapa lokasi, seperti parkir.

“Sisanya Rp85 miliar nanti akan dialokasikan pada 2018 hingga rampung. Namun, tahap pertama ini semestinya harus tetap sesuai progres agar pembangunannya rampung tepat waktu,” katanya.

Dengan dibangunnya “sport centre” di Mijen, ia mengatakan penyelenggaraan even-even berskala besar untuk automotif di Semarang tidak perlu lagi dilakukan dengan menutup jalan raya.

“Kalau biasanya, pihak EO (event organiser) yang menggelar even balapan harus menutup jalan raya. Dengan ini (sport centre), fungsi jalan raya tetap seperti sedia kala,” katanya.

Selain itu, Hendi mengatakan keberadaan “sport centre” itu bisa memfasilitasi potensi dan kreativitas anak-anak muda sehingga bisa mengurangi balap-balap liar di jalanan.

Sementara itu, Manager PT Minaprima Nur Ashadi yang mengerjakan proyek itu menyebutkan sudah mengerahkan alat berat, berupa lima buah ekskavator, 10 “dump truck”, satu “dozer” untuk pengerjaan proyek.

“Memang masih kurang. Tadi, Pak Wali memerintahkan segera menambah maka kami akan segera menambah alat-alat berat untuk mempercepat penyelesaian proyek ini,” katanya. (El)

Tulis Komentar Pertama